Pelita Hati: 19.08.2020 – Semata-mata Karena Maha Murah Hati Tuhan

0
653 views

Bacaan Matius 20:1-16

Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” (Mat. 20:13-16)

Sahabat pelita hati, 

WARTA pelita sabda hari ini bertutur tentang perumpamaan orang-orang upahan di kebun anggur. Secara spontan banyak pembaca bereaksi sama seperti pekerja yang datang terdahulu (sejak pagi) yang ternyata upahnya sama besar (satu dinar) dengan yang datang paling belakang, bekerja hanya satu jam. Sang pemilik kebun anggur pun dinilai berlaku tidak adil. Namun jika kita baca  dengan seksama ternyata  si pemilik kebun anggur tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia pun tidak dapat dinilai bertindak tidak adil karena kesepakatannya adalah upah bekerja sehari adalah satu (1) dinar dan itu telah diterima sesuai haknya oleh orang upahan yang bekerja seharian. Jika akhirnya yang datang terakhir dan hanya bekerja satu (1) jam mendapat upah satu (1) dinar ini semata-mata karena kebaikan dan kemurahan hati sang pemilik kebun anggur. Maka pertanyaan si pemilik kebun yang adalah Tuhan sendiri menjadi pertanyaan reflektif untuk kita semua, “atau iri hatikah engkau karena Aku murah hati?” 

Sahabat terkasih, 

Harus diakui, terkadang kita pun bersikap seperti para pekerja kebun anggur itu. Mudah iri terhadap orang lain yang lebih berhasil, mendapat kemudahan dlsb., walau mereka kita nilai tak pantas mendapatkannya. Tuhan memiliki kebebasan untuk memberikan rahmat-Nya kepada siapa pun. Yang dibutuhkan dari kita adalah sikap menengadah dan berpasrah terhadap kehendak-Nya. Ia akan melimpahkan rahmat pada saat yang tepat. 

Di sini perempuan di sana laki-laki,
di sini peragawan di sana peragawati. 
Janganlah menyimpan iri dan dengki, 
belajarlah untuk rendah hati

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here