Pelita Hati: 19.11.2020 – Agar Tuhan Tersenyum

0
901 views

Bacaan Lukas 19:41-44

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Sahabat pelita hati,

SALAH satu desnitasi ziarah di Tanah Suci (Israel) adalah kapel bernama Dominus Flevit,  (Tuhan Menangis) yang tidak jauh dari bukit Zaitun. Dari tempat ini kita bisa memandangi kota suci (kota lama) Yerusalem serta bangunan Masjid ‘Al Aqsa’ yang semula adalah bangunan bait suci Yerusalem. Konon, dari tempat inilah Yesus memandangi kota Yerusalem sambil menangis, sebagaimana terlukis dalam pelita sabda hari ini. Tuhan meratapi kota Yerusalem dan menubuatkan akan hancurnya bait suci serta tembok-temboknya dikepung musuh karena mereka tidak bertobat dan bahkan menolak kedatangan-Nya sebagai Mesias. 

Sahabat terkasih,

Semoga Tuhan tidak menangis untuk kedua kalinya karena melihat kita umat-Nya hidup jauh dari setia dan tak mengindahkan ajaran kasih-Nya. Ketika kita menampilkan hidup yang congkak, sombong dan tak menampakkan hidup rendah hati,  taat dan setia, Tuhan akan meneteskan air mata. Semoga pelita sabda yang menjadi santapan harian kita sungguh menggerakkan hati untuk melakukan aneka macam keutamaan dan kebaikan agar Tuhan selalu tersenyum bangga dan gembira menyaksikan umat-Nya. Taat dan setia mewartakan kebaikan kepada sesama.

Jalan-jalan ke Taman Mini,
menjelang sore ke Sukabumi
Ya Tuhan sudilah ampuni,
atas dosa dan salah kami.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here