Pelita Hati: 20.02.2022 – Mengasihi Musuh

0
888 views

Bacaan: 1Sam. 26:2.7-9.12-13.22-23; 1Kor. 15:45-49, Lukas 6:27-38

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk. 6:27-31.35-36)

Sahabat pelita hati,

JUDUL perikope Lukas 6:27-36 adalah “Mengasihi Musuh.” Tuhan sedang mengajarkan “ajaran baru” yang melawan arus kelaziman pada waktu itu. Ketika arus utama ajaran Yahudi berpegang pada hukum balas dendam atau ‘Ius talionis’, Yesus membawa ajaran yang sama sekali baru. Bukan mata ganti mata atau gigi ganti gigi, tetapi kejahatan harus dilawan dengan kebaikan, musuh bukan untuk dibenci tetapi dikasihi bahkan harus berdoa bagi yang menganiaya. Tambahan lagi, Yesus mengajarkan para murid-Nya untuk membiarkan dan memberikan pipinya ditampar ketika pipi yang satunya telah lebih dahulu ditampar. Sebuah ajaran dan perintah yang tidak lazim bahkan juga untuk konteks zaman ini. Namun inilah yang diusung oleh Yesus yaitu hukum cinta kasih. Hukum cinta kasih yang sama juga harus kita junjung tinggi di saat ini.

Sahabat terkasih,

Hukum cinta kasih memang ajaran indah, namun mewujudkanya tidak selalu mudah. Kita harus mengakui bahwa berulang kita jatuh dalam hal ini. Tak begitu mudah memaafkan yang telah menyakiti dan tak begitu mudah mengasihi yang membenci. Namun apa pun itu, sebagai murid-murid-Nya kita wajib dan harus memperjuangkannya terus menerus. Mari bertanya diri: Apakah saya masih susah memafkan dan mengampuni? Berdoalah kepada Tuhan dan secara khusus mohon agar dimampukan tidak menyimpan dendam tetapi rela memaafkan, sambil menghayati nasehat Rasul Paulus, “Janganlah kalah dengan kejahatan tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.” Semoga kita mampu mewujudkan ajaran Tuhan di hari ini yakni mengasihi musuh atau yang telah melukai hati kita. Tidak mudah memang tetapi kita harus memperjuangkannya.

Di sana udang di sini cumi,
di tengah-tengahnya ikan Koi.
Ya, Tuhan mampukan kami,
untuk memaafkan dan mengampuni.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here