Pelita Hati: 23.08.2020 – Antara Kehendak Allah dan Pikiran Manusia

0
570 views

Bacaan Matius 16:13-20

Sahabat pelita hati,

PELITA sabda hari ini menghadirkan tema tentang “Pengakuan Petrus” dan “Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus”. Pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias yang hidup mendapat pujian dari Tuhan, bahkan Petrus diserahi kunci kerajaan surga serta pemberian nama Simon menjadi Petrus, yang berarti ‘Sang Batu Karang’. Di atas batu karang inilah Gereja didirikaan dan tak tergoyahkan oleh maut. “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat. 16:18-19) Petrus dipuji dan diserahi tanggungjawab besar karena pengakuan imannya. 

Sahabat terkasih,

Pada bagian berikutnya, Yesus menegur Petrus dengan keras, karena reaksi penolakannya terhadap pemberitaan penderitaan Tuhan. “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (ay.23) Inilah pikiran manusiawi Petrus yang melawan rencana Allah. Yesus menyatakan bahwa Ia harus menanggung banyak penderitaan, lalu dibunuh dan bangkit pada hari ketiga. Lewat kematian dan kebangkitan Kristus itulah manusia diselamatkan. Salib menjadi cara dan jalan Tuhan untuk penyelamatan manusia. Dengan kata lain, salib  dimaknai sebagai segala perjuangan, beban hidup dan bahkan penderitaan yang dialami manusia. Sekecil apa pun setiap dari kita akan memikul “salib” itu. Tak boleh kita lari atau menghindar darinya. Harus kita akui ada banyak orang yang kemudian lari dan mengingkari Kristus karena mengalami beragam tantangan dan juga penderitaan namun pada akhirnya justru mengalami penderitaan yang lebih hebat. Semoga kita tidak memilih cara dan jalan ini. Maka marilah kita berusaha agar tetap tegar dan teguh dalam perjuangan sambil percaya bahwa Tuhan akan menguatkan jika kita sungguh taat dan setia. 

Sawo matang warna kulitnya,
rambut ikal hitam warnanya.
Bagi yang setia hingga pada akhirnya,
hidup kekal menjadi jaminannya.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here