Pelita Hati: 24.01.2020 – Tak Menjadi ‘Yudas’

1
573 views

Bacaan Markus 3:13-19

Yesus menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. (Mrk.3:14-19)

Sahabat pelita hati,

PELITA sabda hari ini berkisah tentang pemilihan dan penetapan duabelas (12) rasul atau murid-murid Yesus. Yang menarik dari keduabelas murid itu ternyata ada seorang murid bernama Yudas Iskariot yang kemudian  berkhianat. Pertanyaannya adalah mengapa salah seorang murid yang dipilih oleh Yesus sendiri ternyata kemudian menjadi seorang pengkhianat. Apakah Tuhan salah pilih atau Tuhan gagal mendidik dan membina Yudas? Rasanya kedua peetanyaan itu harus dijawab dengan tegas dan lugas”tidak” alias Tuhan tidak pernah salah pilih dan salah mendidik. Namun pertanyaannya adalah apa sebab Yudas jatuh dalam tindak berkhianat?

Sahabat terkasih,

Jika kita menelusuri data dalam Kitab Suci, setidaknya ada dua alasan yang dapat menjelaskan,

Pertama, Dalam Kitab Perjanjian Lama dinubuatkan bahwa Mesias harus dikhianati oleh orang dekat-Nya: “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.” (Mzm. 41:10) Hal ini kemudian ditegaskan dalam Yohanes 17:12: “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.”

Kedua, Yang dilakukan Yudas adalah sebuah pilihan pribadi untuk jalan hidup selanjutnya. Dan ia memilih jalan yang salah sehingga tak mendapat keselamatan.

Sahabat terkasih,

Pesan keutamaan yang penting bagi kita sekarang adalah bahwa menjadi murid Yesus bukan tanpa tantangan dan godaan. Barangsiapa bisa melewatinya akan mendapat keselamatan. Karenanya kita harus mengusahakan hidup dalam ketaatan dan kesetiaan tidak mencontoh cara yang dipilih Yudas. Sanggupkah Anda?

Mengapa masih menaruh harapan,
jika sudah menjadi mantan.
Jangan mengkhianati Tuhan,
jika ingin memperoleh keselamatan,

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang
Berkah Dalem ** Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

1 COMMENT

  1. Judas, masih relevan hingga sekarang. Dalam kelompok religius pasti tidak semua orang suci. Hati2 dengan judas2 di lingkungan religius sendiri… Umat katolik harus waspada dan hati2 …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here