Pelita Hati: 24.11.2020 – Bukan Kemegahan Duniawi

0
678 views

Bacaan Lukas 21:5-11 

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.” (Luk.21:5-8)

Sahabat pelita hati, 

PELITA sabda hari ini berkisah tentang Yesus yang menubuatkan kehancuran bait Allah dan  kota suci-Nya Yerusalem. Nubuat itu memang sungguh terjadi. Kini bait Allah sudah tak dapat dapat dilihat kemegahannya kecuali sisa-sisa tembok yang dikenal sebagai Tembok Ratapan. Di tempat itu  orang-orang Yahudi berdoa sambil memegang tembok dan meratapinya. Itulah tembok ratapan. 

Sahabat terkasih, 

Nubuat Yesus tentang hancurnya bait Allah mengandung pesan utama bahwa segala kemegahan bangunan di dunia ini pada saatnya bisa hancur dan musnah. Tak ada yang abadi di dunia, termasuk juga tubuh dan badan kita serta hidup dan nyawa kita. Pada saatnya bangunan tubuh kita pun akan hancur dimakan usia dan harus meninggalkan kefanaan dunia. Inilah bukti nyata bahwa hidup kita di dunia itu sementara. Akan tiba saatnya kita harus meninggalkan dunia ini. Karenanya, janganlah kita terlalu memuja dan mengagung-agungkan kemegahan dunia dan materi duniawi. Pada  saatnya semua akan berakhir. Karenanya kita tak boleh terlena pada hal-hal jasmani. Kita perlu memikirkan ‘hal-hal lain’ yang membawa kita kepada hidup di kelak kemudian hari. Kita tidak hanya mencari apa yang kita butuhkan kini tetapi juga apa yang harus kita siapkan untuk hidup nanti, yakni menanam kebaikan dan keutamaan. 

Di sana ikan di sini ikan,
ikan Cupang berebut makanan. 
Taburkan keutamaan dan kebaikan,
niscaya Tuhan sungguh berkenan.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here