Pelita Hati: 24.12.2023 – Keterpilihan Maria: Taat dan Setia

0
444 views

Sahabat pelita hati, 

HARI ini kita memasuki Minggu Adven IV sekaligus mengkhirinya, karena nanti malam kita akan merayakan malam kudus natal. Sebagai pemuncak di hari terakhir masa adven ini kita merenungkan kisah panggilan dan pemilihan Maria sebagai ibu Tuhan yang menyertakan pesan keutamaan bahwa dengan segala kebebasan dan kebijaksanaan-Nya Tuhan seturut kehendak-Nya memanggil dan memilih Maria untuk dilibatkan dalam karya keselamatan.  Tanggapan dan kesanggupan Maria terhadap panggilan Tuhan memperlihatkan komitmen hatinya yang pantas untuk kita teladani. Jawaban dan prasetya imannya sungguh luar biasa: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Jawaban Maria ini ia hayati dengan setia hingga pada akhirnya dan ia memang sungguh pantas disebut sebagai yang dikaruniai dan terbekati. Maka keterpilihan Maria terjawab oleh ketaatan dan kesetiaanya. 

Sahabat terkasih, 

Marilah sekarang kita mengarahkan hati pada panggilan kita masing-masing, entah sebagai biarawan-biarawati, panggilan hidup berkeluarga maupun tugas dan tanggungjawab kita di pemerintahan, dunia pendidikan, pengabidan masyarakat maupun yang lain-lainnya. Apakah kita sungguh telah menghayati panggilan hidup itu dengan setia dan penuh tanggung jawab? Semoga  janji iman serta kesetiaan Maria menjadikan kita makin setia dan berkomitmen hati dalam menghayati panggilan hidup. Jika kita belum sepenuh hati menyatakan tanggungjawab kita, marilah kita memulainya lagi di masa adven yang penuh berkah ini. Tetap semangat dan berkah Dalem.

Bulan Desember musim penghujan,
hati-hati dan jaga sehatmu.
Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan,
terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah DalemSt. Istata Raharjo,Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

————————————————————————————

Bacaan:

2 Samuel 7:1-5.8b-12.14a.16

Roma 16:25-27

Lukas 1:26-38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”   Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk.1:26-38)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here