Pelita Hati: 26.03.2022 – Yang Meninggikan Diri Direndahkan, Yang Merendahkan Diri Ditinggikan

0
657 views

Bacaan: Hosea 6:1-6, Lukas 18:9-14

Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Sahabat pelita hati,

SUDAH sejak semula ada karakter orang yang senang membenarkan diri dan menyalahkan orang lain, merasa diri lebih tinggi dan pantas sementara suka merendahkan orang lain. Itulah yang terjadi dengan orang-orang Farisi. Karenanya Tuhan memberi pengajaran perlunya kerendahan hati dan merunduk diri di hadapan Tuhan. Hal ini seperti digambarkan dengan contoh dua orang yang berdoa, yang satu orang Farisi dan yang lain adalah pemungut cukai yang dikenal sebagai pendosa. Tuhan menerima doa si pemungut cukai dan memberkatinya karena ia sungguh-sungguh mengarahkan hati kepada Tuhan. Sadar akan kedosaan dan ketidakpantasannya dan berserah diri kepada Tuhan. Sedangkan orang Farisi seakan-akan ia berdoa tetapi sejatinya sedang mementaskan drama kesombongan dan kecongkaannya alias menempatkan dirinya sebagai pusat dan Tuhan justru diabaikan. Bukan cara hidup seperti inilah yang dicari dan dikehendaki Tuhan. Tak ada tempat bagi yang sombong dan congkak hati. 

Sahabat terkasih,

Pada kesempatan masa prapaskah, saat kita membangun sikap tobat secara khusus, kita bertanya diri: apakah kita masih suka membangga-banggakan diri dan merasa diri ‘lebih’ dari yang lain dan merendahkan mereka? Di hadapan Tuhan kita hanyalah butiran debu yang lemah tak berdaya. Semoga di masa prapaskah ini kita sungguh-sungguh dapat  merundukkan hati di hadapan-Nya, agar layak menerima berkah kasih-Nya. Selamat melanjutkan usaha tobat kita. Berkah Dalem.

Masa lalu tak boleh dilupakan,
tetapi harus ditinggalkan.
Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan,
barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here