Pelita Hati: 26.05.2020 – Siap Mengulurkan Tangan untuk Diikat

0
648 views

Sahabat pelita hati, 

SETELAH kebangkitan-Nya, Tuhan menampakkan diri kepada para rasul (Simon Petrus dkk.) yang sedang mencari ikan di danau. Pada saat itu juga kemudian Tuhan mengadakan mujizat. Setelah itu kemudian Tuhan bertanya kepada Simon hingga tiga kali serta memberi perintah untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Setelah itu Tuhan menutupnya dengan memberikan pernyataan  tegas, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” (ay.18)

Sahabat terkasih, 

Sabda Yesus kepada Petrus ini juga mengandung makna tentang kedewasaan, baik kedewasaan pribadi maupun kedewasaan iman yang menuntut tanggung jawab. Ketika masih muda,  remaja apalagi anak-anak kita sejatinya mengalami kebebasan yang sebebas-bebasnya. Artinya tindakan kita tak terikat oleh tanggungjawab atau pihak lain.  Namun ketika kita sudah dewasa (apalagi berkeluarga)  kita tak mungkin lagi hidup dalam kebebasan yang sebebas-bebasnya karena kita harus terikat dengan pasangan hidup, anak dan sederet tanggungjawab baik dalam keluarga,  di tempat kerja maupun yang lainnya. Kita harus rela diikat dan diatur oleh beragam hal dan berbagai pihak (rela mengulurkan tangan,) tidak menuruti kesenangannya sendiri.  Demikian juga bagi para imam atau biarawan-biarawati yang harus rela mengulurkan tangan dan diikat oleh macam-macam tanggungjawab pelayanan dan aturan. Semoga pelita sabda hari ini memacu kita untuk menegaskan kembali komitmen kita dalam menghayati panggilan hidup kita masing-masing. Intinya, kita diajak untuk  mempersembahkan hidup yang terbaik bagi Tuhan dan sesama. Inilah wujud nyata komitmen dan tanggungjawab kita kepada Tuhan. 

Tak boleh hidup sesukanya,
tetapi hiduplah dengan semestinya.
Ulurkan tangan kita kepada-Nya,
siap diutus mewartakan kasih-Nya.
Dari timur hingga ke barat,
hutan dan sawah harus dilewati.
Siap mengulurkan tangan untuk diikat,
dan berjalan ke tempat yang tak dikehendaki.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah DalemSt. Istata Raharjo,Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

————————————————————————————

Bacaan:

Kisah Rasul  25:13-21

Yohanes 21:15-19

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.” (Yohanes 21:15-19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here