Pelita Hati: 26.10.2020 – Belas Kasih

0
535 views

Bacaan Lukas 13:10-17

Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.”  Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” (Luk.13:10-16)

Sahabat pelita hati, 

BELAS kasih berhadapan dengan kemunafikan, itulah kiranya pesan pokok dari pelita sabda hari ini. Belas kasih merupakan milik abadi Tuhan dan  kemunafikan ada di pihak kepala rumah ibadat yang masuk dalam golongan petinggi Yahudi.  

Sahabat terkasih,

Dengan amat keras Tuhan mengkritik sikap munafik kepala rumah ibadat yang  bersembunyi di balik aturan-aturan agama dan tak peduli pada keselamatan orang yang sudah menderita belasan tahun. Dengan kata lain Tuhan mau menunjukkan bahwa cinta dan belas kasih seharusnya menjadi dasar dari segala aturan dan hukum. Jika demi belas kasih dan keselamatan, aturan-aturan tak boleh menghambatnya. Hukum yang diajarkan Tuhan adalah hukum cinta kasih. Karenanya cinta kasih harus mendasari seluruh hidup kita. Semoga pelita sabda hari ini mendorong kita untuk mengusahakan hidup berbelas kasih kepada sesama terutama kepada yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan menderita. Jangan korbankan keselamatan sesama kita hanya karena ada aturan yang mengekangnya. Tetap semangat.

Putih warna bunga melati,
tumbuh mekar di kebun pepaya. 
Belas kasih-Nya tiada henti,
bagi yang setia dan percaya

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here