Pelita Hati: 27.06.2022 – Tak Mempunyai Tempat untuk Meletakkan Kepala-Nya

0
547 views

Bacaan: Amos 2:6-10.13-16, Matius 8:18-22

Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Sahabat pelita hati,

PELITA sabda hari ini masih bertemakan tentang “mengikuti Yesus.” Kali ini Tuhan menanggapi  pernyataan ahli Taurat yang ingin mengikuti-Nya. Jawaban Tuhan sangat lugas dan tegas  bahwa Anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya. Dan ketika ada yang mau berpamitan dahulu kepada orang tuanya, dengan tegas juga Tuhan berkata, “biarlah orang mati menguburkan orang mati.” Apa makna di balik kata-kata itu?

Sahabat terkasih,

Tuhan sedang mengingatkan kita  bahwa menjadi murid Yesus berarti harus mempertaruhkan totalitas dirinya. “Tak ada tempat untuk meletakkan kepala” berarti kita tak boleh berhenti dalam mengikuti Tuhan. Tantangan dan kesulitan sebesar apa pun tak boleh menghentikan langkah kita untuk berjalan bersama-Nya. Sekuat apa pun badai yang menerpa hidup, kita tak boleh menyerah, harus yakin karena Tuhan ada beserta kita. Singkat kata, tak boleh berhenti dan menyerah. Lalu, mengapa Tuhan tak membolehkan orang berpamitan kepada keluarga? Mengikut Yesus berarti menjadikan Tuhan di atas segalanya. Bagaimana dengan keluarga, orang tua, anak-anak dan saudara-suadara kita? Dengan caranya Tuhan akan mencukupi mereka. Singkatnya, jika kita sungguh dengan tulus hati mempersembahkan hidup kepada Tuhan, Dia tak akan mengabaikan apa yang kita butuhkan, entah bagaimana Tuhan mengerjakan. Kita percaya, Tuhan takkan mengabaikan kebutuhan orang-orang yang mencoba taat dan setia mengabdikan hidup kepada-Nya. Apakah Anda percaya?

Tiap hari makan pepaya,
konon sehatlah badan kita.
Ya Tuhan kami percaya,
rahmat-Mu selalu beserta.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here