Pelita Hati: 29.06.2022 – Rasul Andalan

0
486 views

Bacaan: Kisah Rasul 12:1-11, Timotius 4:6-8.17-18, Matius 16:13-19

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”   Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat.16:15-19)

Sahabat Pelita Hati,

TANGGAL 29 Juni adalah hari raya Santo Petrus dan Paulus Rasul. Kedua rasul yang sebenarnya berbeda dalam prinsip kerasulannya itu tetapi dirayakan bersama-sama oleh Gereja. Masing-masing memiliki cara sendiri dalam mengabarkan Injil dan mengobarkan semangat beriman. Karenanya kedua rasul itu lazim disebut “soko guru” atau tiang penyangga Gereja. Pelita sabda hari ini mengisahkan tentang “pengakuan Petrus,” yang sarat dengan pesan iman dan menjadi tonggak bagi kita untuk memperbaharui komitmen iman. Apa saja?  

Pertama, pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias yang hidup dan kemudian dibenarkan oleh Tuhan adalah sebuah pengakuan pribadi yang bersumber dari keyakinannya yang terdalam. Inilah pernyataan iman Petrus. Sebagai orang yang mengimani Kristus kita pun harus memiliki keyakinan yang teguh bahwa Allah kita adalah Allah yang hidup dan memberi kehidupan kepada kita. Jangan sekali-sekali mengingkari-Nya atau jangan hanya beriman karena ikut-ikutan tanpa keyakinan.

Kedua, tanggapan Tuhan atas pengakuan iman Petrus adalah sebuah janji, bukan hanya tertuju kepada Petrus seorang tetapi kepada Jemaat atau kita semua. Di atas “batu karang” (sebutan untuk Petrus) Gereja didirikan dan takkan dikuasai oleh maut. Faktanya, sepanjang sejarah, Gereja mengalami beragam penganiayaan namun tak pernah padam dan mati hingga kini. Gereja atau Umat Allah tetap teguh berdiri.

Ketiga, Petrus diserahi kunci ‘kerajaan Surga’, sebuah tanda bawa Petrus dan Gereja yang berdiri atas dasar Petrus (kita sekarang) memiliki tugas untuk membawa orang menuju pintu gerbang keselamatan, tentu melalui kesaksian hidup baik kita. 

Sahabat terkasih,

Semoga iman Petrus sungguh kita warisi dan kita hidupi. Semoga kita menjadi pribadi yang tegar dan teguh mewartakan karya kasih Tuhan dalam hidup sehari-hari. Berkah Dalem.

Dari Surabaya ke Bangkalan,
lewat Suramadu jembatan idaman.
Petrus dan Paulus rasul andalan,
setia berjuang mewartakan iman.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here