Pelita Hati: 29.10.2020 – Tak Gentar Tantangan

0
502 views

Bacaan Lukas 13:31-35

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

Sahabat pelita hati,

SEPERTINYA orang Farisi berbaik hati dengan mengingatkan Yesus agar segera meninggalkan Yerusalem karena ancaman Herodes ingin membunuh-Nya. Benarkah demikian? Sejatinya tidak sama sekali. Bukan karena ancaman Herodes bukan juga karena ingin menyelamatkan Yesus orang-orang Farisi meminta-Nya pergi dari Yerusalem  melainkan karena mereka tidak mau popularitas Tuhan semakin  besar dan meluas. Mereka iri hati dan benci karena segala perbuatan baik Tuhan kepada banyak orang menambah popularitas-Nya. Jadi orang-orang Farisi mengambil kesempatan dan berniat mengusir Tuhan keluar dari Yerusalem.

Sahabat terkasih,

Jawaban Yesus kepada orang-orang Farisi amat tegas,  Ia tidak takut dan tak gentar terhadap acaman dari mana pun. Ia tetap menjalankan tugas pewartaan dan pelayanan kepada banyak orang. Jika harus mengalami tantangan dan penderitaan, Ia sudah memperhitungkan dan menyatakan siap, bahkan derita salib yang harus dihadapi. Tuhan juga menegaskan bahwa bukan Herodeslah yang akan membunuh tetapi  pembunuh yang sebenarnya adalah mereka alias orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan sekutunya.  Jadi, sangatlah jelas apa yang akan terjadi dengan diri Yesus. Seperti para nabi yang dibunuh di luar Yerusalem, begitu pulalah Yesus akan dibunuh di bukit Golgota, di luar tembok Yerusalem. Namun Tuhan tidak mundur selangkah pun. Ia memberi teladan agar kita juga tak gentar pada tantangan jika yang kita lakukan demi kebaikan sesama dan memuliakan nama-Nya. Tetap semangat dan harus semangat.

Jalan hidup tak selalu mudah,
bagi yang tekun  akan berakhir indah.
Bagi yang tegar dan teguh melangkah,
Tuhan selalu berlimpah berkah.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here