Pelita Hati: 30.07.2019 – Bercahaya di Mata Tuhan

0
1,017 views

Bacaan Matius 13:36-43

Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” (Mat.13:36.39-43)

Sahabat pelita hati,

TUHAN kini menjelaskan arti perumpamaan tentang ilalang di antara gandum. Intinya, ternyata ada musuh yang menaburkan benih ilalang di antara benih gandum tanpa diketahui oleh pemilik ladang. Inilah pekerjaan iblis dan roh jahat. Iblis menaburkan benih kejahatan dalam kegelapan, ketika hamba-hamba Tuan pemilik tanah sedang tertidur. Inilah cara kerja iblis yang pandai mencari waktu yang tepat untuk melakukan kejahatannya. Dengan kata lain, setiap usaha untuk melakukan kebaikan harus siap berhadapan dengan beragam tantangan,  godaan bahkan kejahatan. Maka dibutuhkan sikap waspada dan hati-hati terhadap beragam godaan ini dan tentu saja siap untuk melawan dan menghadapinya. 

Sahabat terkasih,

Perumpamaan ini juga  mengingatkan kita bahwa akan ada saatnya Tuhan melakukan penghakiman terakhir untuk memisahkan gandum dan ilalang, orang-orang  baik dan orang-orang jahat. Pada akhir zaman, semua pelaku kejahatan akan dicampakkan dan orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan sorga. Keyakinan inilah yang harus kita pegang erat-erat. Dan di atas semuanya itu kita tak boleh lelah untuk bertahan dan bertekun dalam kebaikan. Sukacita kekal akan kita peroleh bagi yang bertekun hingga pada akhirnya dan hidup kita pun akan bercahaya di mata Tuhan.

Selamat pagi Tuan dan Nyonya,
smoga selalu dikaruniai kesehatan.
Yang bertahan hingga kesudahannya,
akan memperoleh keselamatan.

dari Magelang Gemilang, ‘Gemah Ripah Iman Cemerlang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here