Pemimpin Itu Menginspirasi

0
219 views
Ilustrasi - Presiden Jokowi bersama anak-anak Asgat-Asmat di Papua. (Ist)

Bacaan 1: Yos 24:1-2a. 15-17. 18b
Bacaan 2: Ef 5:21 – 32
Injil: Yoh 6:60 – 69

KITA semua bangga memiliki seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Bapak Presiden Joko Widodo, tipe seorang pemimpin yang mencoba tanpa sekat.

Tidak canggung saat berada di tengah-tengah rakyatnya.

Ia sangat bijak dan cerdas dalam mengatasi setiap masalah bangsa, pemikirannya selalu transformatif. Ia memikirkan kesulitan rakyatnya dan berani mengambil iesiko tinggi dicemooh para lawan politiknya.

Kepala Negara ibarat seperti seorang kepala keluarga dalam rumahtangga. Berjuang menafkahi atau menghidupi agar rakyatnya sejahtera dan menjadi model atau teladan bagi rakyatnya.

Sebagai Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo sangat menginspirasi rakyatnya.

Sebagai Kepala Jemaat, Tuhan Yesus senantiasa menginspirasi para pengikut-Nya.

Tuhan Yesus sangat mengasihi umat-Nya dalam segala kondisinya. Ia menginspirasi para pengikut-Nya untuk saling mengasihi satu dengan yang lain, seperti kita mengasihi diri kita sendiri.

Sebab tidak ada seseorang yang membenci dirinya sendiri.

Rasul Paulus menggunakan alegori hubungan suami dan istri untuk menjelaskan relasi Allah dengan jemaat-Nya.

Suami adalah kepala keluarga yang harus mengasihi isterinya, sama seperti kasih Kristus yang adalah dasar hidup suami isteri.

Karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.

Dialah yang menyelamatkan tubuh.

Dalam pengajaran tentang Diri-Nya adalah Roti Hidup yang harus dimakan, hal itu sangat mengguncangkan iman para murid-Nya.

Satu-persatu mereka mengundurkan diri karena menilai pernyataan Yesus sangat keras. Mereka mengira itu adalah ajaran kanibal.

“Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Pertanyaan yang justru memperkuat iman para murid, diwakili oleh Petrus.

“Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Sebagai pemimpin penerus Musa, Yosua juga tampil sangat menginspirasi bangsa itu saat ia mengajak pembaruan perjanjian dengan Tuhan di Sikhem.

Ia menantang bangsa itu, memilih beribadah kepada siapa? Ilah nenek moyang mereka yang diseberang Sungai Efrat atau ilah orang Amori.

Sementara ia tetap teguh dalam iman.

“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Pesan hari ini

Pemimpin itu tidak mengintimidasi namun menginspirasi dan menjaga relasinya dengan para anggotanya.

Lewat pernyataan kerasnya, Tuhan Yesus sebagai Kepala jemaat meneguhkan iman para murid.

Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri.

“Tanpa Tuhan, kehidupan tidak memiliki tujuan. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here