Penampakan Yesus dan Ekaristi

0
33 views
Ilustrasi: Merpati lambang perdamaian. (Ist)

SETELAH bangkit, Yesus menampakkan Diri kepada para murid. Santo Lukas mewartakan tentang Yesus yang bangkit dan menjumpai para murid-Nya (Lukas 24:35-48). Kita merayakan perjumpaan itu dalam perayaan ekaristi. Itu tampak dalam empat hal berikut.

Pertama, Yesus datang memberikan damai kepada mereka. “Damai bagi kamu!” (Lukas 24:36).

Kedua, Yesus makan di depan mereka.

Ketiga, menjelaskan isi Kitab Suci kepada mereka (Lukas 24:44). Dengan demikian, pikiran mereka terbuka dan mengerti Kitab Suci (Lukas 24:45).

Keempat, Yesus mengutus mereka. “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamulah saksi-saksi dari semuanya itu” (Lukas 24:47-48).

Setiap kali merayakan ekaristi, kita ingat akan damai Kristus dan memohon damai Kristus. “Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para rasul-Mu: Damai-Ku Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhatikan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu; dan berilah kami damai.”

Perjamuan ekaristi merupakan sumber dan puncak hidup Kristen. Kita merayakannya dengan makan bersama Yesus seperti Dia melakukannya pada malam perjamuan terakhir. Kita mengambil tubuh dan darah-Nya serta menyantapnya.

Sebelum itu, kita merayakan liturgi sabda. Di sana, gereja mewartakan Kitab Suci dan menjelaskan isinya. Dengan demikian umat mengerti Kitab Suci. Lebih dari itu, liturgi ini mengantar orang mendekat kepada Yesus dalam meja ekaristi.

Dalam perayaan ekaristi, ada dua meja yang berbeda, yakni meja sabda dan meja ekaristi. Keduanya saling melengkapi dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Akhirnya, Yesus mengutus semua yang merayakan ekaristi untuk dalam nama-Nya mewartakan pertobatan dan pengampunan dosa kepada semua orang.

Setelah mengalami rahmat ekaristi, orang membaginya kepada orang lain. Caranya? Dengan membagikannya kepada orang lain. Itulah yang Santo Petrus dan Yohanes lakukan (Kisah Rasul 3:13.19).

Jadi, perayaan ekaristi itu berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Di sana, kita mewartakan Tuhan Yesus dan rahmat damai serta pengampunan-Nya.

Minggu, 14 April 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here