Pendidikan Moral Pancasila tak Mampu Hasilkan Pribadi Berkarakter (2)

1
2,228 views
Google

[media-credit id=3 align=”alignleft” width=”210″][/media-credit]
Google
SEJAK tahun 2000, Indonesia mulai berbenah diri seiring dengan bergeloranya semangat reformasi pasca tumbangnya Orde Baru. Panggung pendidikan tak luput harus mengemban tugas sangat berat. Ini terjadi lantaran program studi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah selama Orde Baru ternyata juga telah gagal membawa bangsa ini menjadi bangsa yang bermoral.

 

 

Orang sering kali bertanya-tanya tentang manakah yang lebih penting: kecerdasan intelektual atau good character? Ibarat bangsa yang baru saja terluka oleh kebejatan moral warganya, mungkin mudah mengklaim bahwa good character lebih penting daripada kecerdasan.

Tapi, benarkah demikian?

Punya karakter

Ini mimpi saya sebagai seorang guru alias pendidik. Saya ingin agar sebagai pendidik, kita tidak hanya menghasilkan warga negara yang pintar, namun juga dapat ”menciptakan” pribadi-pribadi Indonesia berkarakter.

Mari kita pahami l dulu pengertian karakter yang ingin saya maknai dalam konteks perbincangan ini. Apa itu good character? Unsur-unsur apa yang membentuk karakter baik tersebut?

Pertanyaan lainnya: adakah pedoman umum yang disepakati oleh dunia untuk menilai seseorang punya kepribadian good character? (Bersambung)

Ancilla Martuti Kuntoro, sarjana Pendidikan MIPA dan master bidang Sains Pendidikan lulusan Universitas Indonesia (2007) yang senang mengajar dan kini menjabat direktur research and development di sebuah sekolah di Serpong, Tangerang Selatan.

1 COMMENT

  1. Bukan Pancasilanya to pak caranya ngajar aja setengah setengah seperti guru pencak silat bagaimana dengan agama kan juga begitu yang harus dipikirkan Misi ,Visi dan seterusnya. sekarang Visi baru Misi terus adalagi motto/jargon sebenarnya ngerti sistem manajemen nggak ya pak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here