Pengampunan tak Berakhir

0
134 views
Mengampuni.

Hari Minggu Biasa Ke-24
Minggu, 13 September 2020


Sir 27:30-28:9; Rm 14:7-9 ; Mat 18:21-35

PENGAMPUNAN merupakan anugerah yang amat istimewa dalam hidup. Orang bisa melakukan kesalahan. Tetapi bila ada pengampunan, orang menemukan kesempatan untuk membaharui diri dan kehidupannya.

Dengan mengampuni, bukan hanya orang yang diampuni dibebaskan dan alami sukacita, melainkan kita yang memberi pengampunan juga alami sukacita dan kesembuhan. Banyak kisah inspiratif di sekitar kita yang memperlihatkan semangat mengampuni, di tengah hidup dunia yang penuh dendam dan kebencian.

St. Yohanes Paulus II setelah pulih dari sakit pasca penembakan mengunjungi penembaknya, Mehmed Ali Agca di penjara.

Dengan tegas, Tuhan Yesus mengatakan bahwa pengampunan itu tak bertepi dan tak berkesudahan. “Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” (Mat 18:22).

Seperti belas kasih Allah yang tak berkesudahan untuk kita, demikian juga seharusnya belas kasih dan pengampunan kita untuk sesama yang bersalah kepada kita.

Dalam doa Bapa Kami,kita dengan tegas dan lantang berdoa: “Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.”

Kita akan diampuni Tuhan, hanya jika kita pun siap mengampuni sesama kita. Kalau kita tidak bisa mengampuni sesama, maka pada bagian doa ini kita tidak usah mendaraskan. Diam saja. Percuma meminta pengampunan dari Allah, tapi tidak ihklas mengampuni sesama.

Tugas kita murid-murid Yesus adalah mengkampanyekan kedamaian melalui sikap pengampunan. Mulai dari pengampunan dalam hati, dalam tutur kata, dan dalam sikap terhadap orang lain.

Semangat pengampunan ini kita mulai dari dalam lingkup keluarga. Suami dan istri saling mengampuni dan memaafkan, demikian pun antara orangtua dan anak, saudara dan saudari.

Sebab cinta tanpa pengampunan adalah kebohongan dan kasih tanpa memaafkan adalah kepalsuan. Semoga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here