Percaya dan Berserah

0
242 views
Ilustrasi - Mendapat anak di usia yang sudah tidak mudah lagi.

Renungan Harian
Senin, 4 Juli 2022
Bacaan I: Hos. 2: 13. 14b-15. 18-19
Injil: Mat. 9: 18-26

BEBERAPA tahun yang lalu, saya berjumpa dengan pasangan suami isteri yang meminta intesi misa untuk mengucap syukur atas berkat yang diterima oleh keluarganya. Mereka tidak menjelaskan tentang berkat apa, tetapi mereka hanya mau mengucap syukur.
 
Setelah Perayaan Ekaristi selesai, pasangan suami isteri itu menemui saya. Mereka mengucapkan terimakasih karena intensi doa sudah diujubkan dalam ekaristi dan mereka meminta waktu untuk berbicara. Setelah sedikit berbasa basi, mereka menceritakan alasan mereka bersyukur hari ini.
 
“Romo, kami bersyukur karena kami mendapatkan anugerah amat besar dan amat berarti dalam kehidupan keluarga kami. Kami baru saja mendapatkan seorang bayi perempuan cantik dua pekan yang lalu.

Romo, kami harus menunggu selama hampir 13 tahun untuk hadirnya anak ini, dan menurut kami ini seperti injury time bagi kami untuk mendapatkannya.

Awalnya kami merasa memang belum saatnya kami mendapatkan. Tetapi setelah lima tahun perkawinan kami mulai resah, apa yang salah dengan kami kok sampai sekarang belum mendapatkan keturunan. Kami ke dokter dan menurut dokter tidak ada yang salah dengan kami.
 
Kami berdoa mohon dan mohon; kami percaya Tuhan pasti memberi yang terbaik kepada kami. Memasuki tujuh tahun perkawinan ,keluarga besar kami mulai resah dan terus bertanya kapan kami mempunyai keturunan.

Mereka mulai menyarankan agar kami menempuh usaha dengan bayi tabung; keluarga lain menyarankan agar kami mengadopsi untuk memancing dan berbagai saran kami terima.

Kami berdua mempertimbangkan berhari-hari dalam doa kami dan kami memutuskan untuk tidak mengikuti semua saran mereka. Kami pada keputusan kami berserah, dan kami percaya Tuhan memberi yang terbaik.

Kami akan lebih banyak berdoa untuk memohon dan memohon.
 
Romo, semakin lama keluarga semakin mendesak untuk mengikuti saran mereka, mengingat usia istri semakin bertambah sehingga semakin riskan bagi dia untuk melahirkan.

Tetapi anehnya, kami tidak menjadi resah dan panik, kami tetap percaya dan pasrah; kalau Tuhan berkenan tidak ada yang mustahil.

Dan hal itu terjadi di saat usia perkawinan 12 tahun isteri saya hamil dan saat itu usia isteri sudah lebih dari 40 tahun.

Kami amat bersyukur atas rahmat ini, namun ada sedikit was-was mengingat usia isteri. Tetapi kami tetap membangun kepercayaan bahwa Tuhan yang menjadikan isteri saya bisa hamil maka Tuhan pula yang akan menjaga dia.

Dan syukur pada Allah isteri saya melahirkan dengan selamat dan bayi kami pun sehat. Itulah romo mengapa kami sungguh amat bersyukur,” bapak itu menjelaskan.
 
Percaya dan pasrah bahkan di saat terasa tidak mungkin, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin.

Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Matius dua orang mendapatkan rahmat besar.

Karena iman mereka pada Yesus, bahkan di saat bagi manusia sudah tidak mungkin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here