Percik Firman : Jatuh Tersungkur

0
177 views

Kamis, 21 Januari 2021

Hari ke-4 Pekan Doa untuk Kesatuan Umat Kristiani

PW Santa Agnes, Perawan dan Martir

Bacaan Injil: Mrk 3: 7-12

“Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: ‘Engkaulah Anak Allah” (Mrk 3:11)

Saudari/a ku ytk.,

KALAU mau jujur, sebagian besar orang ingin populer, dipuji, dinilai penting dan dikagumi. Ya, orang menyukai popularitas. Bahkan ada yang begitu hausnya akan popularitas, hingga menghalalkan segala cara untuk meraihnya, tega pada saudaranya atau temannya, dan melupakan tujuan hidupnya. Memang popularitas sangat menggiurkan, sekaligus bisa menjerumuskan.

Bacaan Injil pada Peringatan Wajib Santa Agnes hari ini mengisahkan betapa populernya Yesus, sehingga banyak orang kagum dan terus mencari-Nya. Mereka berasal dari 7 wilayah yang berbeda, yaitu Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea, seberang Yordan, Tirus, dan Sidon.

Mereka mengikuti Yesus karena mereka mendengar dan mengetahui pelbagai mukjizat kesembuhan yang telah Yesus lakukan. Yesus memang hebat dan luar biasa. Bukan hanya orang banyak yang mengikuti-Nya, bahkan roh-roh jahat pun tunduk dan mengenal-Nya.

Meski populer, Yesus tidak jatuh pada kesombongan dan justru meminta roh-roh jahat untuk menyembunyikan siapa DiriNya yang sesungguhnya. Di hadapan Yesus, mereka takluk dan jatuh tersungkur.

Dikisahkan dalam Injil, “Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya”. Bahkan roh-roh jahat itu berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” Roh Jahat mengakui kehebatan Yesus dan tahu bahwa Yesus Anak Allah.

Santa Agnes (291-304) adalah salah satu orang kudus yang mengikuti teladan Yesus. Meski masih remaja 13 tahun, dia sudah populer dan dikagumi banyak orang karena kecantikannya. Dia tidak silau dengan popularitas.

Dia terkenal di kalangan jemaat Kristen kuno. Itulah sebabnya maka namanya tercantum dalam Doa Syukur Agung. Nama ‘Agnes’ berasal dari kata bahasa Latin “agnus” yang berarti domba kecil tersayang. Nama ‘Agnes’ juga berasal dari Bahasa Yunani, yaitu hagnē (ἁγνή) yang artinya bening, murni, suci.

Sebagai pengikut Kristus, Agnes ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Di depan hakim, ia disuruh menyangkal imannya akan Kristus. Dia tidak mau melepaskan imannya itu. Dia akhirnya dibunuh dengan dipenggal kepala setelah berdoa kepada Tuhan Yesus.

Jenasahnya dimakamkan di daerah Nomentana, Roma. Di atas makamnya sekarang dibangun gereja dalam kompleks Katakombe Santa Agnes. Sedangkan tengkoraknya tersimpan di sebuah kapel samping di gedung gereja Santa Agnes in Agone di Piazza Navona, Roma.

Santa Agnes diangkat sebagai pelindung kemurnian, anak-anak gadis, para perawan, para tukang kebun, para pasangan yang telah bertunangan, dan para korban pemerkosaan.

Pertanyaannya, apakah popularitas menjadi godaan dan tantangan Anda? Kalau Anda melihat Yesus, bagaimana reaksi Anda? Jatuh tersungkur dan berteriak? Ataukah Bersujud bersyukur dan memuji? Selamat berpesta pelindung bagi Anda yang bernama baptis Agnes.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Seminari Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here