Percik Firman: Kemarahan Membawa Korban

0
156 views

Kamis, 28 Desember 2023

Pesta Kanak-kanak Suci, Martir

Bacaan Injil : Mat. 2: 13-18

Saudari/a ku ytk.,

DARI bacaan Injil pada Pesta Kanak-Kanak Suci hari ini, ada empat perintah Malaikat Tuhan kepada Santo Yusuf dalam mimpinya, yaitu: bangunlah, ambillah, larilah, dan tinggallah. 

Yusuf diperintahkan untuk segera bangun dari tidurnya. Lalu diperintahkan untuk segera mengambil Kanak-kanak Yesus dan Bunda Maria. Untuk apa diambil? Yesus diajak lari (menyingkir atau mengungsi) ke Mesir pada malam itu juga karena Herodes mau membunuhnya. 

Peristiwa ini mengingatkan kita akan sebuah lagu Natal “Silent Night”. Di dalam kegelapan dan keheningan malam itu, Santo Yusuf membawa Kanak-kanak Yesus dan Maria meninggalkan rumahnya dan harus bermigrasi ke luar negeri, lalu tinggal di Mesir. 

Detail rincian peta perjalanan Keluarga Kudus di Mesir dicatat dan dilestarikan dalam Mimar (manuskrip) oleh Paus Theophilus, Patriarkat ke-23 dari Alexandria (tahun 384-412). Sumber informasi yang lain ditulis oleh para ahli sejarah dan filsuf Yunani dan Yahudi pada abad II dan III. 

Keluarga Kudus tinggal di Mesir sekitar tiga setengah tahun. Keluarga Kudus menjalani semua tantangan dengan sukacita, karena mereka percaya bahwa Tuhan selalu membimbing dan melindungi mereka. 

Hari ini adalah tiga hari setelah perayaan Natal. Gereja merayakan pesta kanak-kanak suci, dimana bayi-bayi berumur dua tahun ke bawah dibunuh oleh Raja Herodes yang sombong. Kesombongan bisa melahirkan kemarahan. Kemarahan bisa membawa korban nyawa. 

Sebenarnya yang menjadi target operasi pembunuhan adalah bayi Yesus, yang dianggap Herodes menjadi “pesaing” dan bisa merongrong kekuasaan Herodes yang sudah gelap mata itu. 

Perlindungan dan pertolongan Tuhan luar biasa. Melalui sebuah mimpi, Santo Yusuf peka mendengarkan suara Tuhan. Ia diminta Allah untuk mengungsi ke Mesir. Yesus dan Sang Ibu telah dibawa Yusuf pergi ke Mesir. 

Tuhan melindungi sang Putera karena waktunya belum tiba. Kepergian ke Mesir dan kepulangan dari Mesir pun menjadi tanda penggenapan dari Kitab Suci. 

Sekarang di kota Cairo, Mesir ada Gereja Abu Serga. Gereja ini merupakan Gereja Tertua di kota Cairo, yang dibangun sekitar abad ke-4. 

Gereja ini didedikasikan kepada dua orang martir abad awal bernama Santo Sergius dan Bacchus. Menurut tradisi Gereja, lokasi gereja ini didirikan di tempat kediaman dari Keluarga Kudus selama mereka mengungsi di Mesir.

Pertanyaan refleksinya, sejauh mana Anda peka mendengarkan kehendak Tuhan lewat mimpi?  Bagaimana sikap Anda ketika menghadapi situasi yang tidak mudah dalam hidup ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).# Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here