Percik Firman: Melihat Tuhan Lewat Sandal

0
374 views

Selasa, 14 April 2020

Bacaan Injil: Yoh 20:11-18

“Kata Yesus kepada Maria Magdalena: ‘Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” (Yoh 20:15)

Saudari/a ku ytk.,

ADA seorang yang seminaris yang jarang masuk ke ruang adorasi. Ketika lewat ruang adorasi, dia biasanya berlalu begitu saja. Tetapi pada suatu hari ketika lewat di depan ruang adorasi, dia melihat ada sepasang sandal. Tiba-tiba hatinya digerakkan untuk masuk ke ruang adorasi itu. 

Awalnya kakinya berat untuk melangkah. Tetapi ada dorongan kuat dari dalam dirinya untuk ikut melepas sandalnya, dan masuk ke ruang adorasi untuk berdoa. Dia berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus dengan khusuk. Dia mengalami kedamaian selama doa. Hatinya bahagia dan lega. Dia bersyukur, bisa kembali berdoa di ruang adorasi. 

Dalam buku refleksi hariannya, dia menulis ungkapan kegembiraan batinnya dan disadarkan Tuhan dari sepasang sandal di depan pintu ruang adorasi itu. Melalui sepasang sandal, Tuhan bisa berkarya mengobarkan hati seminaris itu.

Itulah Paskah!!! Itulah pengalaman kebangkitan!!! Seminaris itu mengalami sukacita paskah. Dia digerakkan untuk hidup doa yang lebih baik. Hatinya dikobarkan mengalami penghiburan rohani (konsolasi). 

Bacaan Injil hari ini mewartakan kisah penampakan Tuhan yang bangkit. Tuhan Yesus mengubah air mata Maria Magdalena. Dari air mata kesedihan-kebingungan –karena mayat Yesus tidak ada di makam– menjadi air mata sukacita. Maria Magdalena mengalami kegembiraan rohani (konsolasi) setelah melihat Tuhan yang bangkit.

Bukankah hal itu kadangkala menggambarkan pengalaman-pengalaman kita ketika ragu-ragu bersedih dan bingung? Seringkali kesedihan dan kebingungan membuat kita datang kepada seseorang. Iya khan?

Hellen Keller pernah berkata: “Ketika satu jendela kebahagiaan tertutup, jendela lainnya akan terbuka. Tetapi, kita sering melihat terlalu lama jendela yang telah tertutup dan kita tidak melihat jendela lain yang terbuka untuk kita.”

Pertanyaan refleksinya, maukah Anda melawan rasa keraguan, kesedihan, kebingungan dan ketakutan atas segala sesuatu yang membebani dan menghancurkan hati Anda dengan datang kepada-Nya dan bangkit bersama Dia? 

Bersediakah Anda dipakai Tuhan untuk mengubah air mata saudara/i Anda dari kesedihan menjadi sukacita? Bersediakah Anda membuka diri untuk digerakkan Tuhan untuk makin dekat padaNya?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here