Percik Firman: Menjadi Pribadi yang Ceria

0
150 views

Selasa, 26 Mei 2020

PW. Santo Filipus Neri (imam)

Novena Roh Kudus Hari ke-5

Bacaan Injil: Yoh 17:1-11

“Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu ” (Yoh 17:6)

Sdri/a yang terkasih,

BACAAN Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-5 hari ini adalah bagian dari doa imami Yesus yang diucapkan-Nya pada Malam Perjamuan Terakhir. Doa Yesus ini diperuntukkan bagi para murid di masa datang, termasuk kita sekalian. 

Tema-tema kunci dari doa adalah: kesatuan, kemuliaan, dan kasih. Kesatuan-kemuliaan-dan kasih ilahi tersebut diberikan kepada manusia sebagai sebuah karunia. Jika ini terjadi maka diharapkan dunia percaya. 

Kita bersyukur bahwa dari doa Yesus itu kita tahu, kita adalah milik Allah Bapa. Dalam doanya, Yesus mengungkapkan, “Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.”

Sebagai milik Allah, kita yakin bahwa Allah akan selalu menjaga dan melindungi kita. Kita adalah makhluk ciptaan yang paling mulia. Kita dianugerahi hati nurani, kebebasan, dan tiga daya (daya cipta, daya rasa dan daya karsa).

Hari ini Gereja merayakan Peringatan Wajib Santo Filipus Neri (1515-1595). Dia dikenal sebagai seorang imam yang murah senyum, ramah, dan ceria. Saya pernah berziarah ke makamnya di Chiesa Nuova, Roma. Waktu itu saya mohon rahmat sukacita dan kegembiraan dalam panggilan imamat ini. Dengan perantaraannya, semoga saya dapat menjadi gembala yang murah senyum, ramah dan ceria, seperti Santo Filipus Neri.

Dia disukai banyak orang. Mereka datang kepadanya untuk meminta nasihat. Ia memberi semangat dan harapan kepada orang-orang di sekelilingnya dengan kepercayaan, cinta kasih dan kegembiraannya, sehingga banyak orang terhibur karenanya. Setiap hari di tempat pengakuannya dikerumuni oleh orang banyak, bahkan kardinal-kardinal pun datang meminta nasehat dan bimbingan.

Sifat dan kepribadiannya memang menarik. Pippo Buono, yang berarti Pippo yang baik adalah nama panggilan Philipus semasa kecilnya. Ia lahir di Florence dari sebuah keluarga Notaris. Ia mendapat pendidikan yang baik terutama dalam sastra latin. 

Hidupnya merupakan rentetan mukjizat yang tiada hentinya. 

Tidaklah jarang ia mengalami ekstase. Ia dapat membaca suasana batin orang lain dan mengenal rahasia-rahasia pribadi orang. Ia dapat meramalkan masa depan seseorang dan apa yang akan terjadi atas dirinya. Untuk menyembuhkan orang dari sakitnya, cukuplah ia menyentuh orang itu. 

Pada tanggal 26 Mei 1595 Philipus Neri meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Ia dihormati gereja sebagai Rasul kota Roma bersama Santo Petrus dan Paulus. Pada bulan Maret 1622, Paus Gregorius XV mengumumkan kanonisasi atas lima orang kudus yang besar, yaitu St. Filipus Neri, St. Ignatius dari Loyola, St. Fransiskus Xaverius, St. Theresia dari Avila, dan St. Isidorus.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here