Percik Firman: Nutrisi Rohani

0
431 views

Rabu, 29 April 2020

Peringatan Wajib Santa Katarina dari Siena (Perawan dan Pujangga Gereja)

Bacaan Injil: Yoh 6: 35-40

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6:35)

Saudari/a ku ytk.,

SETIAP kali kita merayakan Ekaristi kita menerima nutrisi rohani, dalam rupa sabda Tuhan dan Tubuh Kristus. Hal itu menjadi kekuatan dan santapan bagi jiwa kita. Maka, sebelum menerimakan Tubuh Kristus, seorang imam akan mengangkat Tubuh Kristus dan piala berisi Darah Kristus seraya berkata, “Kecaplah dan lihat, betapa baiknya Tuhan. Dialah santapan jiwa, daya ilahi melawan dosa. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Tuhan”. 

Dalam bacaan Injil pada peringatan wajib Santa Katarina dari Siena hari ini, Tuhan Yesus mewahyukan diri-Nya: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku ia tidak akan lapar lagi, barangsiapa percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi.” Yesus mewahyukan diri-Nya sebagai Roti Hidup. 

Pemberian diri Yesus ini sebagai cara Allah untuk membawa manusia kepada kehidupan kekal. Roti yang dimaksud di sini adalah perlambang dari salah satu materi yang membuat orang dapat hidup. Namun Yesus masih menambah aspek lain yang membawa kepada hidup yaitu iman kepercayaan kepada-Nya.

Dengan menyambut komuni, kita menerima Kristus dan bersatu dengan-Nya. Dia tinggal dan meraja dalam hati kita. Tetapi kadang kala kita bergulat dan protes pada Tuhan saat mengalami penderitaan dan masalah.  Kita merasa ditinggalkan Tuhan. Pergulatan seperti ini juga pernah dialami oleh Santa Katarina. 

Pada suatu hari ia bertanya kepada Tuhan, “Di manakah Engkau, Tuhan, ketika aku mengalami cobaan yang begitu mengerikan?” Yesus menjawab, “Puteri-Ku, Aku ada dalam hatimu. Aku membuatmu menang dengan rahmat-Ku.”

Santa Katarina adalah pelindung Italia. Ia berasal dari keluarga besar. Ayah dan ibunya menghendaki agar ia menikah dan hidup bahagia. Tetapi, Katarina hanya ingin menjadi seorang biarawati. Untuk menyatakan tekadnya, ia memotong rambutnya yang panjang dan indah. Ia ingin menjadikan dirinya tidak menarik. 

Orangtuanya amat jengkel, mengancam dan seringkali memarahinya. Mereka juga menghukumnya dengan memberi pekerjaan rumah tangga yang paling berat. Tetapi Katarina tidak takut dan tidak gentar. Ia maju terus dengan niatnya. Pada akhirnya, orangtuanya mengizinkan menjadi biarawati. Ia dipakai Tuhan membawa pulang Paus Gregorius XI dari pembuangan di Avignon (Prancis) ke Roma. Bahkan ia diberi anugerah stigmata luka-luka Yesus. 

Dia meninggal dunia dalam usia 33 tahun. Dia dimakamkan di gereja Santa Maria Sopra Minerva, Roma, Italia. Lokasi gereja itu di belakang Pantheon di Roma. Saya bersyukur bisa beberapa kali berziarah dan berdoa di makamnya. Bahkan bisa diberi kesempatan berziarah ke kota Siena, tempat dia dilahirkan dan hidup membiara. Di Siena juga terjadi mukjizat Ekaristi tahun 1730.

Dia dinyatakan kudus oleh Paus Pius II pada tahun 1461. Pada tahun 1970, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai Pujangga Gereja. Santa Katarina menerima kehormatan besar ini karena ia melayani Gereja Kristus dengan gagah berani. Bukan umur panjang yang menentukan kesucian seseorang, tetapi kualitas hidup dan iman yang ditampakkan dalam hidup kesehariannya.

Pertanyaannya, percayakah Anda menerima nutrisi rohani yang menyelamatkan setiap kali menyambut komuni? Bagaimana penghayatanmu terhadap Ekaristi selama ini? 

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. Selamat berpesta pelindung bagi Anda atau lingkungan Anda yang bernaung pada Santa Katarina. # Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here