Percik Katekese: Pentingnya Mendoakan Arwah dalam Ekaristi dan Doa Rosario

0
2,152 views
Ilustrasi: Api Penyucian (Ist)

BULAN November datang. Kita Umat Katolik secara khusus mempunyai tradisi yang sangat bagus selama November, yakni mendoakan para arwah atau jiwa saudara-saudari kita yang sudah meninggal dunia.

Apa itu Api Penyucian? Apakah mereka butuh doa-doa kita? Cara apa yang paling efektif untuk menolong mereka?

Gereja tentang Api Penyucian

Dalam Katekismus Gereja Katolik no. 1030-1032, ajaran Gereja terkait jiwa di Api Penyucian dapat disarikan sebagai berikut:

  • Api Penyucian adalah suatu kondisi yang dialami oleh orang-orang yang meninggal dalam keadaan rahmat dan dalam persahabatan dengan Tuhan, namun belum suci sepenuhnya, sehingga memerlukan proses pemurnian selanjutnya setelah kematian.
  • Pemurnian di dalam Api Penyucian adalah sangat berlainan dengan siksa neraka.
  • Kita dapat membantu jiwa-jiwa yang ada di Api Penyucian dengan doa-doa kita, terutama dengan mempersembahkan ujud Misa Kudus bagi mereka.

Maria Simma

Suster Emmanuel dari Medjugorje pernah mewawancarai Maria Simma pada tahun 1997 di rumahnya di Sonntag, sebuah desa yang sangat indah di Pegunungan Vorarlberg, Austria.

Maria Simma (1915-2004) adalah salah satu orang yang mendapat karunia penampakan jiwa-jiwa yang sudah meninggal dan diminta mendoakan mereka sejak umur 25 tahun.

Berikut ini saya sampaikan salah satu poin penting dari wawancara Suster Emmanuel dengan Maria Simma terkait cara paling efektif untuk menolong jiwa-jiwa yang sudah meninggal.

Ini saya kutip dari buku The Amazing Secret of the Souls in Purgatory yang  diterbitkan Queenship Publishing Co., USA., dan http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/id598.htm.

  • T: Maria, dapatkah Anda sekarang memberitahukan kami cara-cara apa yang paling efektif untuk membantu membebaskan arwah-arwah dari Api Penyucian?
  • J: Cara yang paling efisien adalah melalui Ekaristi. Mengapa melalui misa? Yesus Kristus sendiri menawarkan diri-Nya karena kasih terhadap kita. Adalah kurban Yesus sendiri kepada Allah, kurban yang paling indah.

Pentingnya Ekaristi

Imam adalah wakil Allah, tetapi Allah sendiri yang mempersembahkan diri-Nya sendiri dan mengurbankan diri-Nya sendiri bagi kita.

Manfaat misa bagi orang yang telah meninggal bahkan lebih besar bagi mereka yang sangat menghargai Misa Kudus selama hidup mereka.

Jika mereka menghadiri Misa Kudus dan merayakan dengan segenap hati mereka, jika mereka pergi ke Misa Harian -sesuai dengan waktu yang tersedia bagi mereka- mereka mendapatkan manfaat yang besar dari Misa-misa Kudus yang dirayakan bagi mereka.

Di sini pun, seseorang menuai apa yang telah mereka taburkan.

Arwah di Api Penyucian melihat dengan sangat jelas pada hari penguburannya,  jika kita sungguh-sungguh berdoa baginya atau jika kita hanya sekedar hadir untuk menunjukkan kita ada disana. Jiwa-jiwa yang malang berkata bahwa air mata tidak ada manfaatnya bagi mereka, hanya doa-doa.

Sering kali mereka mengeluh bahwa orang-orang pergi ke pemakaman tanpa mengucapkan sepatah doa kepada Tuhan, tetapi mengeluarkan banyak air mata; ini tiada manfaatnya.

Selain mendoakan dalam misa kudus, demikian menurut Maria Simma, kita juga bisa menolong jiwa-jiwa di Api Penyucian dengan melantunkan Doa Rosario, seluruh 15 misteri-peristiwa, demi orang-orang yang sudah meninggal.

Melalui Doa Rosario, banyak jiwa dibebaskan dari Api Penyucian setiap tahunnya; harus disebutkan pula di sini bahwa adalah Maria, Bunda Allah sendiri yang datang ke Api Penyucian untuk membebaskan jiwa-jiwa.

Ini sangatlah indah,  karena jiwa-jiwa di Api Penyucian memanggil Bunda Maria dengan sebutan “Bunda Belaskasih.”

Peran Bunda Maria

Dosa apa saja yang membuat arwah masuk Api Penyucian?

Menurut Maria Simma, seseorang bisa masuk ke dalam Api Penyucian karena berbuat dosa terhadap kemurahan hati, dosa terhadap kasih kepada sesama, kebekuan hati, permusuhan, fitnah, dan pengrusakan nama baik seseorang.

Mari kita rajin mendoakan jiwa-jiwa yang sudah meninggal dalam Misa Kudus (Ekaristi) dan melantukan Doa Rosario. Serta mari kita kembangkan sikap rendah hati, murah hati, berbuat kasih, rukun, dan menjauhkan diri kita dari sikap menfitnah orang lain.

Salam teplok dan Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here