Pergantian Pengurus ADECO Jawa Timur

0
41 views
Segenap alumni ADECO berkumpul di Surabaya. ADECO merupakan wadah temu silahturahmi para alumni sekolah luar biasa kaum disabilitas di Wonosobo. (Albert Wey)

HARI Minggu 14 Januari 2024 yang lalu, di Gereja Hati Kudus Yesus atau Katedral Surabaya berlangsung perayaan pengukuhan pengurus baru ADECO wilayah Jawa Timur.

ADECO merupakan akronim:

  • A untuk Alumni.
  • DE yaitu Dena Upakara. SLB-B Dena Upakara adalah sekolah asrama anak tuli puteri yang diasuh oleh para Suster PMY.
  • CO dari Don Dosco. SLB-B Don Bosco adalah sekolah asrama anak tuli putera yang diasuh oleh para Bruder FC.

Kedua sekolah tersebut ada di Kota Wonosobo, Jateng.

ADECO didirikan sebagai wadah agar para alumni selalu mempererat persaudaran seperti keluarga. Dengan menjaga kerukunan, bergotong royong dengan saling menolong di antara mereka.

Suasana Misa Komunitas PETRUS dengan pemandu bahasa isyarat di Gereja Katedral Surabaya. (Albert Wey)

Sejak tahun 1998

ADECO Jawa Timur berdiri sejak lima Oktober 1998. Pengukuhan tersebut untuk masa kepengurusan tahun 2024-2028. Sebelumnya, para alumni ADECO menghadiri ekaristi pukul 10.00 WIB. Misa pada jam tersebut setiap Minggunya diperuntukkan bagi disabilitas tuli.

Di Keuskupan Surabaya, ada dua gereja yang sudah menyelenggarakan ekaristi untuk para disabilitas tuli. Yaitu, Gereja Hati Kudus Yesus sejak tahun 2019 sampai sekarang. Lalu, Gereja Salib Suci dimulai tahun 2023; setiap Minggu pukul 08.00 WIB.

Sementara alumni Katolik mengikuti misa, alumni berkeyakinan lain mempersiapkan acara di Balai Paroki Gereja Hati Kudus Yesus. Acara tersebut sekaligus sebagai acara temu kangen bagi sekitar 40-an alumni yang hadir. Mereka berasal dari Madiun, Ngawi, Malang, Pasuruhan, dan Mojokerto.

Kegiatan temu kangen yang lain biasa terjadi pada saat menyambut peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, HUT ADECO, buka puasa bersama dan halal bihalal, tentunya pada saat setelah misa.

Para undangan dan alumni ADECO yang hadir. (Albert Wey)

Hadir pula untuk menyaksikan pelantikan pengurus baru adalah:

  • Sr. Antonie PMY dan Bu Tumir mewakili SLB-B Dena Upakara Wonosobo.
  • Br. Adrian FC mewakili SLB-B Don Bosco Wonosobo.
  • Romo Agustinus Tri Budi Utomo Pr atau Romo Didik.
Albert dan Sekretaris ADECO periode sebelumnya mengapit pengurus baru(kika) Ratna Adharyani, Sari Kartika, Anonius Widi Nugroho, Primiaditya Wundri. (Dok. Albert Wey)
Komunitas PETRUS bersama Romo Didik Pr. (Albert Wey)

Sejak saat itu, kepengurusan baru dipimpin oleh Saudari Ratna Adharyani menggantikan Albert Wey yang telah memimpin ADECO Jawa Timur selama dua periode masa bakti 2016-2020. Pernah diperpanjang karena pandemi Covid-1 masa bakti tahun 2020-2024.

Sekilas tentang Ketua ADECO: Albert Wey. Ia sarjana S1 Arsitektur dari Universitas Kristen Petra Surabaya. Profesinya arsitek dan desain interior. Isterinya Maria Elizabeth Christina lulusan SLB-B Dena Upakara. Mereka menikah tahun 2020.

Keluarga kecil pasutri Abert-Christina bersama puteri anak mereka dan Romo Didik Pr. (Dok. Albert Wey)

Christina adalah seorang desainer busana. Namun profesi tersebut sementara ditinggalkan. Karena ingin mengurus puteri cantik mereka yang baru berusia dua tahun: Maria Elizabeth Giovania Wey.  

10 tahun Petrus

Meskipun sekarang Albert tidak memimpin ADECO Jawa Timur, Albert masih mengurus PETRUS sejak tahun 2017. Tahun 2024 ini merupakan ulang tahun PETRUS ke-10.

PETRUS adalah Persekutuan Ekaristi Tuna Rungu Surabaya. Albert selalu bersyukur sampai hari ini masih diberi kepercayaan oleh teman temannya untuk mengayomi mereka di komunitas  PETRUS. Tentunya juga kebahagian keluarga kecilnya memberi semangat dalam segala aktivitas.

Albert bersyukur bahwa Gereja Katolik telah memberikan akses terhadap kaum disabilitas, dan berharap akses tersebut semakin ditingkatkan agar mereka semakin terlayani dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here