Pertobatan Preman Agama

0
111 views
Paulus mengalami Teofani (penampakan Kristus dalam rupa Cahaya)

Bacaan 1: Kis 22:3-16

Injil: Mrk 16:15-18

Preman, termasuk kata benda yang mempunyai banyak arti:

  • Orang jahat (penodong, perampok, pemeras, dsb)
  • Partikelir, swasta bukan tentara; sipil
  • Kepunyaan sendiri (bukan milik kedinasan)

Namun dalam perkembangannya konotasinya menjadi negatif, yaitu pada pengertian yang pertama (orang jahat). Orang Jahat yang dimaksud dalam arti luas: preman politik, preman ekonomi, preman sosial dan preman agama.

Preman agama adalah seorang yang fanatik, menganggap agamanya paling benar dan agama lain tidak benar (kafir) serta “merasa memiliki kewenangan” untuk menghancurkannya. “Seorang pembela agama” atau kelompok yang tentu saja bisa meresahkan masyarakat karena tindakan jahatnya dengan berkedok agama tertentu.

Hari ini Gereja Katolik merayakan pesta “Bertobatnya Santo Paulus”.

Paulus bisa digolongkan seorang “Pembela Agama Yahudi”, preman agama yang sangat ditakuti pada masanya. Perilakunya yang mengejar-ngejar orang-orang Kristen, menyiksa dan tak segan membunuh sungguh menakutkan.

Dengan bekal “surat sakti” dari para pemimpin agama Yahudi, Paulus yang dalam kalangan Yahudi dipanggil Saulus, berniat mengejar para pengikut Kristus hingga ke Damsyik (Damaskus, Suriah saat ini). Membawa mereka ke Yerusalem untuk dipenjarakan.

Namun di tengah jalan, Paulus mengalami peristiwa “Teofani” (penampakan Tuhan Yesus dalam rupa Cahaya Terang).

“Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.” Suara yang terdengar dalam Cahaya itu.

Peristiwa itu membawanya pada pertobatan dan berbalik menjadi seorang rasul serta pewarta Kristus. Ia dibaptis menjadi Kristen oleh seorang saleh di Damsyik bernama Ananias.

“Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.

Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.”

Demikian kata Ananias.

Hal ini menjadi penggenapan Sabda Yesus:

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

Paulus “preman agama” itupun menjadi saksi dan pewarta Kristus bagi orang-orang non Yahudi. Dia mewartakan di Asia Kecil (Turki) hingga Eropa, yaitu Yunani dan Roma.

Pesan hari ini

Siapapun bisa berubah jika Kristus sudah berkehendak, Dia bisa menggunakan seorang jahat sekalipun untuk dipertobatkan menjadi alat pewarta-Nya.

“Tidak ada yang mustahil dari perjuangan yang diusahakan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here