“Pilgrimage,” Perjalanan Suci

0
737 views

BARU-baru ini diluncurkan sebuah film drama – aksi tentang peziarahan.  Film produksi XYZ dari Negeri Irlandia bertajuk Pilgrimage mengupas hal tersebut.  Seperti yang kita ketahui, dalam tradisi Katolik, ziarah merupakan salah satu laku kesalehan dan devosi.  Biasanya dalam berziarah, seseorang melakukan suatu perjalanan menuju tempat suci dengan membawa ujub entah untuk pertobatan ataupun permintaan tertentu.

Berangkat dari ide seputar peziarahan, Brendan Muldowney sebagai pengarah film ini membungkus pergulatan iman dan ketakutan yang mencekam dalam suatu perjalanan panjang.  Konteks yang diambil ialah Abad Pertengahan dimana kala itu Gereja Katolik telah menyebar ke hampir seluruh daratan Eropa dan tengah terlibat dalam Perang Salib.

Tersebutlah pada tahun 1207,  sebuah komunitas biarawan di suatu tempat di Irlandia yang melindungi sebuah relikui.  Relikui ini berupa sebuah batu yang dipakai untuk merajam Santo Matias.

Paus mengutus Frare Geraldus (Stanley Weber) untuk mengambil relikui tersebut.  Diyakini bahwa relikui ini memiliki kekuatan besar untuk memenangkan Perang Salib di Yerusalem.

Paus menghendaki relikui ini dibawa ke Roma.

Setelah melakukan discernment komunitas, akhirnya pemimpin biara mengutus Br. Diarmuid (Tom Holland) yang berstatus novis,  Br. Ciaran (John Lynch), seorang bruder lainnya dan si Bisu(diduga mantan ksatria Perang Salib) untuk mengawal relikui tersebut bersama Frare Geraldus.

Misi suci

Perjalanan ini bukanlah perjalanan biasa.

Ini suatu misi suci dengan membawa benda suci.  Perjalanan dari Irlandia ke Roma adalah peziarahan.  Dalam film yang ditulis oleh Jamie Hannigan dengan manis ditampilkan pergulatan masing-masing pribadi yang mengawal relikui tersebut.  Mereka bangga sekaligus senantiasa waspada mengingat banyak golongan yang berkepentingan dengan relikui tersebut.

Seiring perjalanan waktu, terkuak bahwa Frare Geraldus memiliki motif untuk menebus dosa keluarganya.  Si bisu sepertinya hendak melakukan silih atas perbuatannya di masa silam.  Sedang Br. Diarmuid ditampilkan sebagai pribadi yang masih hijau dan jauh dari pengalaman spiritual. Bisa dikatakan ia adalah tumbal dari komunitas.  Namun kendati ia muda, ia memiliki ambisi untuk menjaga relikui tersebut.  Dua biarawan lainnya dipilih karena senioritas dan cukup mengetahui seluk beluk batu suci tersebut.  Ketika menonton film ini, Anda akan merasakan pergulatan setiap tokoh tersebut.

Film ini tidak mengobral kekerasan secara blak-blakan tetapi berhasil menciptakan perasaan penonton untuk merasakan ketakutan dan kekawatiran.  Ada juga kekerasan dan pertumpahan darah namun kebrutalannya tersamarkan.  Selain itu, mata Anda akan dimanjakan dengan potongan-potongan  pemandangan apik di Irlandia.

Menonton film ini rasa-rasanya Anda akan diajak untuk berefleksi tentang perjalanan hidup Anda.  Apa yang sedang Anda perjuangkan? Apa tujuan hidup Anda?

Selamat menikmati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here