Pilkada Salatiga 2017: 100% Katolik, 100% Indonesia, 100% Wong Salatiga

0
1,543 views
Seminar Refleksi Kebangsaan di Paroki St. Paulus Miki Salatiga, Jateng. (Vincent Suriadinata)

DALAM rangka menyambut Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Salatiga 2017, Paroki St. Paulus Miki Salatiga bekerjasama dengan Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang (PK4AS) menyelenggarakan “Refleksi Kebangsaan: 100% Katolik, 100% Indonesia, 100% Wong Salatiga”.

Acara ini  diselenggarakan di Aula Paroki dan dihadiri puluhan umat yang terdiri dari dewan paroki, para ketua lingkungan dan ketua wilayah, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan Orang Muda Katolik (OMK).

Hadir sebagai pembicara, Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr., (Ketua PK4AS), Rm. Edy Purwanto, Pr., (Mantan Sekretaris Eksekutif KWI 2010-2017), dan Andreas Pandiangan (FMKI KAS).

Para pembicara (arah jarum jam): Andreas Pandiangan, Romo Agus Ariestyanto , Romo Edy Purwanto, Rm. Sugihartanto. (Vincent Suriadinata)

Dalam sambutannya, Romo Kepala Paroki St. Paulus Miki Salatiga, Rm. Agus Ariestyanto, MSF., mengatakan pentingnya kesadaran umat Katolik dalam bidang politik, terlebih saat ini kota Salatiga akan melaksanakan Pilkada. Diharapkan umat dapat memilih calon pemimpin dengan cerdas dan bertanggungjawab.

Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr., dalam materinya menyampaikan bagaimana para Uskup Agung Semarang sedari dulu sampai yang terakhir selalu  menekankan pentingnya bidang politik dalam kehidupan masyarakat. Namun sampai saat ini masih belum begitu diminati dan kurang berkembang. “Jangan lagi kita sebagai umat Katolik mengatakan bahwa itu bukan urusan saya. Kita perlu menyadari pentingnya keterlibatan warga masyarakat,” papar Rm. Sugihartanto.

Belajar dari IJ Kasimo

Kemudian Andreas Pandiangan mengajak para peserta untuk belajar dari IJ Kasimo. Belajar bagaimana untuk menolak tawaran-tawaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Dalam konteks Pilkada, Andreas mengungkapkan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas. Ia mengingatkan agar kita tidak terjebak dalam politik uang yang dilakukan calon untuk mendapatkan dukungan suara. Andreas juga memberikan kriteria-kriteria dalam menentukan pilihan, antara lain; pilih calon yang mendukung/memperjuangkan pluralisme dalam azas, agama/keyakinan, tidak sektarian, serta nasionalis dan Pancasilais.

Para peserta seminar refleksi kebangsaan di Aula Paroki St. Paulus Miki Salatiga, Jateng., (Vincent Suriadinata)

Terkait dengan kriteria nasionalis dan Pancasilais, Rm. Edy Purwanto, Pr. mengatakan umat harus bisa membedakan antara calon yang hanya Pancasilais dalam ucapan dengan calon yang pancasilais dalam ucapan maupun tindakan. Hal ini tidak terlepas dari kondisi bangsa ini yang belakangan diwarnai oleh beragam tindakan intoleransi. Diharapkan usai acara ini umat bisa menularkan dan membagikan pengetahuan yang di dapat kepada umat yang lain agar lebih bijak dan cermat serta tidak salah memilih pemimpin Salatiga untuk 5 tahun mendatang.

Para pembicara dan panitia seminar refleksi kebangsaan di Aula Paroki St. Paulus Miki Salatiga, Jateng. (Vincent Suriadinata)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here