Pinggang Tetap Berikat, Jaga Pelita Tetap Nyala

0
259 views
Menjaga pelita tetap nyala. (Ist)

Bacaan 1: Ef 2:12 – 22
Injil: Luk 12:35 – 38

DALAM alkitab sering kita jumpai istilah “pinggang tetap berikat yang maknanya kurang lebih harus selalu waspada atau tetap siaga untuk bekerja melakukan pekerjaan Tuhan.

Demikian pula sering mendengar perumpamaan tentang pelita.

Pelita memiliki fungsi menerangi ruangan maupun jalan di saat gelap sehingga harus tetap dijaga agar tidak padam dan menjadi gelap.

Dengan “pinggang tetap berikat” berarti harus mau bekerja keras selain untuk kebahagiaan sendiri namun juga orang lain.

Sebagai hamba atau pekerja maka harus selalu siap menyenangkan hati tuan sebagai majikan. Sebab kalau pekerjaan hambanya dinilai tidak becus dan malas maka akan dipecat.

Dalam kehidupan beriman maka “pinggang tetap berikat” juga bisa kita maknai untuk tidak mencari kesenangan pribadi.

Namun harus selalu siap “menyenangkan Tuhan” yaitu dengan perbuatan baik kepada sesama.

Hal itu semata dikerjakan agar kita dipandang layak oleh “Sang Majikan”, yaitu Tuhan untuk beroleh kasih karunia hidup kekal.

Menjaga Pelita tetap nyala, berarti kita harus hidup dalam terang (bukan dalam kegelapan).

Selain itu juga hidup menjadi “terang” bagi orang lain yang ada disekitar kita. Maka Pelita harus tetap dijaga agar selalu menyala agar hidup tidak menjadi gelap.

Dengan terang akal budi maka kita bisa tahu apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan (do and don’t do it).

Dengan terus berjuang menjaga pelita dalam perbuatan kebajikan maka berarti kita tetap menjaga pelita terus menyala.

Dalam peneguhannya kepada jemaat Efesus, Rasul Paulus mengatakan bahwa dengan kematian dan kebangkitan Kristus hubungan jemaat dengan Allah telah dipulihkan.

Mereka dahulu tidak terbilang sebagai warga surgawi karena hidup dalam kekafiran. Namun setelah dibaptis maka oleh Kristus status mereka telah berubah menjadi warga surgawi.

Kristus adalah “jembatan” yang menghubungkan kembali relasi antara umat dengan Allah.

Kita adalah umat Allah atau “Gereja” yang merupakan sebuah persekutuan dengan iman yang sama, dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru dan kepala.

Pesan hari ini

Selalu siap menyenangkan Tuhan dengan melakukan kebajikan terhadap sesama serta menjadi “terang” bagi orang disekitar kita.

Oleh Kristus, hubungan kita dengan Allah telah dipulihkan kembali sehingga jarak yang jauh itu kini menjadi dekat lagi, kembali menjadi warga surgawi.

“Percaya diri adalah pakaian terbaik. Jaga pinggang tetap berikat dan pelita tetap menyala. Pakailah selalu maskermu dan jaga jarak, mari bersatu melawan Coronavirus.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here