Plasma Darah untuk Pasien Covid-19 Uskup Keuskupan Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM

1
791 views
Plasma Darah untuk Pasien Covid-19 Uskup Keuskupan Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM.

PADA hari Sabtu tanggal 24 Juli 2021 pekan lalu, Uskup Keuskupan Agats di Papua -Mgr. Aloysius Murwito OFM- telah berhasil dievakuasi dari Wisma Keuskupan Agats di Kota Asmat, Kabupaten Agats, menuju Timika.

Dua jenis moda transportasi

Untuk bisa sampai di Kota Timika, maka evakuasi mesti menjalani dua jenis moda transportasi yakni perjalanan melalui sungai dan udara.

Perjalanan melalui sungai dengan speedboat dari Asmat ke Bandara Ewer makan waktu sekitar 30-45 menit.

Ilustrasi: Speedboat menjadi moda transportasi di Agats, Papua. (Mathias Hariyadi)

Melalui sungai dengan luas kanan-kiri bak lautan karena ujung kanan dan kiri kadang tidak kelihatan.

Sejauh mata memandang hanya ada air dan air.

Lalu dari Bandara Ewer menuju Timika bisa terbang dengan “pesawat capung” ultra light jenis Pilatus.

Pesawat AMA mendarat di Bandara Ewer Agats difoto dari udara dan kondisi riil di lapangan. Foto dibuat di bulan Juni 2013. (Mathias Hariyadi)

Bandara Ewer di Agats-Asmat, Papua

Bandara Ewer berlokasi di tengah hutan lebat. Penduduk kanan-kiri sangat jarang. Landasan pacu pesawat di sejumlah titik runway ada pondasi besi.

Jangan membayangkan ada konter maskapai atau kantor bandara. Tahun 2013, Sesawi.Net hanya mendapati ruang kecil bak mirip gudang tak terurus.

Petugas bagasi pakai gerobag untuk angkut dan bawa bagasi penumpang. Selebihnya, tidak ada manusia. Kalau pun ada, maka yang muncul adalah anak-anak Papua dari balik desa permukiman tidak jauh dari Bandara Ewer.

Pesawat AMA (Associated Mission Aviation) jenis Pilatus berhasil tiba mendarat di ‘lapangan terbang seadanya’ beralasankan rumput dan sandaran baja di pedalaman Bandara Ewer. Pesawat capung tipe Pilatus buatan Swiss milik Associated Mission Aviation mendarat di Bandara Ewer tanggal 18 Juni 2013. (Mathias Hariyadi)
Bapak Uskup Keuskupan Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM pakai topi sebelah kiri tengah mengurusi bagasi di Bandara Ewer selepas pesawat ‘capung’ jenis Pilatus mendarat di Bandara Ewer di bulan Juni 2013. (Mathias Hariyadi)

Penerbangan dari Bandara Ewer menuju Timika dengan pesawat ultra ringan Pilatus makan waktu sekitar 45 menit.

Moda transportasi lainnya adalah kapal perintis dari Asmat menuju Timika yang beroperasi tidak harian. Tapi sekali dalam setiap pekan.

Pelayaran dengan kapal bisa makan waktu kurang lebih 10 jam. Namun, Sesawi.Net tidak pernah mengalami perjalanan dengan kapal.

Donor plasma darah dari Jakarta untuk membantu proses penyembuhan Uskup Keuskupan Agats di Papua Mgr. Aloysius Murwito OFM yang sejak pertengahan Juli 2021 terpapar sakit Covid-19. (Ist)

Plasma darah untuk Mgr. Aloysius Murwito

Dari percakapan sebuah grup Katolik di Jakarta, Sesawi.Net mendapat kabar gembira.

Hari Selasa tanggal 27 Juli 2021 petang ini, telah diberangkatkan satu paket delivery berisi plasma darah untuk menyelamatkan Mgr. Aloysius Murwito yang kini terbaring sakit Covid-19 di Timika, Papua.

Plasma darah diperoleh dari empat pendonor darah di Jakarta dan kemudian setelah proses pembekuan lalu segera dikirim ke Timika dalam kondisi beku.

Semoga paket bantuan donor plasma darah ini segera tiba di Timika dan bisa membantu proses penyembuhan Uskup Keuskupan Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM.

1 COMMENT

Leave a Reply to John Ohoiwirin Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here