Puncta 01.07.20: “Jer Basuki Mawa Beya”

0
299 views
Ilustrasi: Kerja bakti memulai projek pembangunan Biara OSA Ketapang di Jl Pal yang dimulai sejak tahun 1957. (Dok OSA/Repro MH)

Matius 8:28-34

PEPATAH di atas menjelaskan bahwa orang yang ingin selamat, sukses atau berhasil harus berani berkorban. Tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan. Misalnya, anak yang ingin berhasil dalam study, maka ia harus berjuang dan mau berkorban.

Mengorbankan waktu bermain, memperbanyak jam belajarnya. Begitu juga jika seseorang ingn berhasil dalam usaha, dia harus mau berkorban demi keberhasilannya itu.

Dalam bacaan hari ini Yesus masuk ke perkampungan orang Gadara. Di sana ada dua orang yang kerasukan setan keluar dari pekuburan. Mereka berteriak-teriak, “Apakah urusan-Mu dengan kami hai Anak Allah? Adakah Engkau datang ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

Setan itu tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah, dan Dia datang untuk mengadili kejahatan mereka. Waktunya akan tiba setan-setan itu akan disiksa dalam api neraka. Namun mereka minta supaya boleh memasuki kawanan babi.

Yesus mengizinkan, “Pergilah.” Babi-babi itu terjun ke danau dan mati di sana.

Babi-babi itu pada awalnya tenang mencari makan. Namun setelah dirasuki setan, mereka menjadi liar, tak terkendali dan menggila. Mereka celaka dan akhirnya binasa, mati di dalam danau. Inilah gambaran orang yang dikuasai roh jahat.

Kematian babi-babi itu membawa keselamatan bagi dua orang Gadara itu. Mereka yang tadinya berteriak-teriak menakutkan, kini menjadi tenang, normal, bebas dari penderitaan dan selamat.

Untuk selamat, orang harus berkorban. Ia harus mau meninggalkan yang jahat atau kuasa setan, dan bertekun mengikuti kuasa kebaikan yaitu Allah sendiri.

Untuk menuju kepada kebaikan, ada “biaya” yang harus dikeluarkan.

Ada pengorbanan yang harus dilakukan. Tidak ada keberhasilan tanpa usaha keras.

Ada koperasi simpan pinjam menjanjikan bunga sangat tinggi. Banyak orang tergiur, bahkan lembaga gereja, konggregasi menyimpan uangnya bermilyar-milyar dengan mimpi mendapat hasil berlipat-lipat tanpa kerja keras.

Sekarang mereka gigit jari karena KSP ini tak bisa membayar kewajibannya dan dilaporkan ke pengadilan. Tidak ada kesuksesan dicapai dengan enak-enak, malas-malasan, tanpa kerja giat.

Pengorbanan babi-babi yang terjun ke danau itu membawa keselamatan bagi dua orang yang kerasukan setan.

Hidup mereka selamat, damai, tenang dan tentram. Sayang orang Gadara tidak mau menerima kehadiran Yesus yang membawa keselamatan. Bersama Yesus akan selamat.

Minum kopi bibir jadi hitam.
Lidah hanya bisa menjilat-jilat.
Kuasa setan hidup jadi kelam.
Ikut Yesus kita akan selamat.

Cawas, share the love….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here