Puncta 05.06.18. Markus 12:13-17: Politisasi Agama

0
1,824 views
Ilustrasi: Persahabatan lintas agama antara suster biarawati dan seorang ibu (Romo Kopong MSF)

SUASANA umum di Indonesia sekarang ini lagi hiruk pikuk Pilkada dan tahun depan Pilpres. Dunia maya maupun dunia nyata dibanjiri kebisingan isu-isu politik. Bahkan agama dibawa-bawa masuk ke perdebatan politik demi kepentingan kekuasaan.

Orang mencari ayat-ayat Kitab Suci untuk mencari pembenaran pendasaran nafsu politiknya. Sampai akhirnya menggiring pengkotak-kotakan masyarakat.

Dibangun suasana perbedaan, kebencian, bahkan sumpah serapah muncul di ruang-ruang publik,  hanya karena keserakahan dan kerakusan orang yang ingin berkuasa.

Yesus mau dijebak dan digiring ke masalah politik.

Orang bertanya, “Boleh tidak kita membayar pajak kepada kaisar?”

Jawaban Yesus tepat sekali. Dia tidak mau terjebak oleh kelicikan politik yang rakus kekuasaan. “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah”.

Kita harus membedakan mana hak Tuhan dan mana hak kaisar. Kalau agama dicampuraduk dengan politik, orang yang rakus kekuasaan bisa menghalalkan segala cara.

Kita bisa belajar dari peristiwa politik beberapa waktu yang lalu. Politisasi agama membuat pelaku politik menjadi liar, rakus, beringas seperti ungkapan homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi manusia lain.

Namun kita harus sadar bahwa hak kaisar lebih kecil dibanding dengan hak Allah yang mahasegala. Kalau kita bisa menyadari itu maka sesama adalah kawan, sahabat, homo homini socius.

Selamat merenungkan. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here