Puncta 09.07.20: Pangkalan Suka, Tempat Mangkal Bikin Hati Suka

0
211 views
Ilustrasi.

Matius 10:7-15

SETIAP kali turne ke Stasi Kebuai atau Sungai Ingin, saya pasti singgah di rumah Pak Anang di Pangkalan Suka. Bu Anang selalu menyiapkan kamar istirahat, makan minum untuk pastor yang turne.

Mereka dengan senang hati menyambut kami dan melayani bila kami pulang dari Kebuai. Jalan ke Kebuai sangat buruk, apalagi kalau musim hujan. Kami singgah di rumah Pak Anang untuk mandi, karena jalan berlumpur kalau hujan dan berdebu kalau musim kemarau.

Bu Anang pasti menyediakan kopi dan makan yang lezat untuk kami. Bu Anang pandai memasak. Kalau jalur turne ke Camp Harjon dan Beginci, tempat singgah pasti di Tigal.

Ada rumah penginapan Pak Yosep yang asri di pinggir danau kecil di tengah hutan. Semua keperluan sudah tersedia untuk para pastor yang melayani umat di pelosok.

Pelayanan ditempuh dalam tiga hari, tetapi kami sungguh dicukupi oleh Tuhan melalui orang-orang yang sangat mengasihi kami.

Dalam bacaan hari ini, Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah. Mereka diminta untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan yang mati, mengusir setan dan memberi dengan cuma-cuma. “Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma.”

Tuhan juga meminta kepada para murid-Nya untuk tidak kawatir dan takut terhadap segala fasilitas dan sarana-sarana pendukung tugas mereka. “Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapatkan upahnya.”

Selama bertugas di pedalaman Kalima

ntan, saya tidak pernah merasa kekurangan dan kelaparan. Rasanya Tuhan sudah melengkapi semua keperluan.

Suatu kali saya pulang dari Tanjung Bunga. Baju dan tas ransel saya penuh lumpur. Tanah liat merah melekat di roda sepedamotor, membuat saya jatuh berkali-kali. Saya singgah di Engkadin di rumah Pak Ignatius. Saya disuruh mandi, makan dan istirahat di kamar. Tak diduga Pak Ignatius mencuci motor saya sampai bersih. Sungguh luar biasa pemeliharaan Tuhan bagi saya.

Kita tidak perlu kawatir. Tuhan akan menjamin kita dan menyediakan apa pun juga yang menjadi keperluan kita. Asalkan kita bersungguh-sungguh mewartakan Kerajaan-Nya. Kadang kita takut dengan fasilitas-fasilitas.

Kalau ditugaskan di pedalaman, pertanyaan pertama adalah, ”ada signal gak ya?”

Orang di pedalaman tidak makan signal. Mereka bisa hidup tanpa signal. Justru karena itu mereka sangat peduli, suka menolong, terbuka dengan siapa pun. Karena ada banyak kebaikan umat itulah maka kita tidak perlu takut dan kawatir.

Tuhan sangat bisa diandalkan. Yesus, Engkau andalanku.

Tengah malam bulan purnama.
Melihat bintang di teras atas rumah kita.
Tuhan telah memberi dengan cuma-cuma.
Kita tak perlu ragu untuk membagikannya.

Cawas, pengin gelali dan gembili…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here