Puncta 11.12.19: A Shoulder to Cry On

0
155 views
Ilustrasi: Pasrah pada Tuhan. (Ist)

Matius 11:28-30

KETIKA Jean Valjean keluar dengan bebas bersyarat dari penjara. Ia harus pulang ke kotanya di Vigou. Perjalanan jauh ke kotanya memaksa dia menginap di kota-kota yang dilewatinya.

Ia mencari penginapan tetapi tak ada yang mau menampungnya karena dia hanya membawa selembar kertas pembebasannya dari kantor polisi.

Malam gelap sudah menjelang, ia hampir putus asa karena tak ada tempat bermalam.

Seorang ibu tua menghampirinya ketika ia tertidur tanpa selimut di emper toko. Ibu itu menyarankan untuk mengetuk pintu pastoran. Karena cuma pintu itu yang belum diketuknya. Akhirnya dia memberanikan diri mengetuk pintu pastoran.

Pastor tua Myriel di Dijon membukakan pintu dan Jean menerangkan siapa dirinya dengan menunjukkan surat identitasnya. Tanpa mempedulikan apa yang diomongkan Jean, pastor itu menerimanya.

Dipersilahkan tamunya untuk makan malam dengan sup hangat. Diberikannya kamar tidur nyaman dengan selimut tebal untuk bisa beristirahat dengan tenang.

Beban beratnya untuk sementara dapat disandarkan kepada pastor tua yang malam ini memberi tumpangan. Peristiwa malam itu mengubah seluruh hidupnya.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memberi kata-kata indah penuh harapan kepada semua orang yang mempunyai beban berat. “Datanglah kepadaKu, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat.

Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” Sabda Yesus itu memberi harapan kepada siapa pun yang mempunyai beban berat dalam hidupnya. Yesus menyediakan diri menjadi tempat bersandar bagi beban hidup setiap orang.

Yesus bersabda, “belajarlah padaKu karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan.” Sabda yang menyejukkan ini sungguh menguatkan kita untuk datang berlindung kepadaNya.

Yesus tidak pernah mengecewakan siapa pun yang dengan terbuka memohon pertolonganNya. Siapa pun yang datang kepada Yesus, selalu diterima dengan kasih dan tangan terbuka.

Maukah kita juga seperti Yesus, membuka tangan dan hati bagi siapapun tanpa pilih-pilih? Hati Yesus itu bagai samudera yang luas, mampu menerima segala apapun yang masuk di dalamnya.

Ibarat samudera, semua yang baik-buruk, kotor-bersih, keruh-jernih, besar-kecil, ditampung dan diterima dengan legawa.

Marilah kita datang kepada Yesus dan belajar daripadaNya.

Di Kalimantan ada lahan sejuta gambut
Sayang sekali sering terjadi kebakaran
Marilah datang kepada Yesus yang lembut
Hidup kita akan mendapat ketenangan

Cawas, senja yang mempesona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here