Puncta 13.08.20: Menghitung Talenta

0
145 views
Ilustrasi: Pemandu kocak berbakat Feli dan Christian. (Mathias)


Matius 18:21- 19:1

MARI kita belajar matematika. Menghitung berapa besarnya perbandingan antara talenta dan dinar.

Dalam perumpamaan, Yesus menceritakan ada seorang hamba yang berhutang kepada tuannya sepuluh ribu talenta. Sedangkan teman hamba itu berhutang kepadanya sebesar seratus dinar.

Satu talenta sama dengan 6.000 dinar (Kamus Alkitab). 10.000 x 6.000 = 60.000.000 dinar. Kita sudah bisa membayangkan 60 juta dinar dibanding seratus dinar.

Sangat besar selisihnya. Sekarang kalau kita bandingkan dengan rupiah. UMR Klaten untuk tahun 2020 adalah Rp. 1.947.821. mudahnya Rp. 1,9 juta per bulan.

Kalau upah sehari berarti 1.900.000 : 30 hari = Rp. 63.300.

Hutang hamba itu 60.000.000 x 63.300 = 3,798 Trilyun. Hutang teman hamba itu 100 x 63.300 = 6.330.000. Tiga trilyun dibanding dengan enam juta. Sangat “njomplang” sekali.

Gaji Leonel Messi setahun 1,59 trilyun. Kalau Messi mungkin hanya butuh tiga tahun melunasi hutang. Tetapi kalau buruh harian yang gajinya sesuai UMR, dia butuh waktu ratusan tahun melunasinya.

Perumpamaan itu mau mengatakan bahwa Raja itu sangat murah hati kepada hambanya. Ia menghapuskan utang yang demikian besar, tiga trilyun lebih, karena permintaan hambanya.

Namun sebaliknya hamba itu tidak mau menghapus hutang temannya yang hanya enam juta lebih sedikit. Yesus menggambarkan raja yang berbelas kasihan. Ia mau mengampuni seberapa pun besar dosa hamba-Nya.

Raja itu adalah Allah Bapa. Kita adalah hamba-hamba-Nya. Oleh Yesus kita diajak meneladan Bapa yang murah hati. “Demikian pula Bapa-Ku di surga akan berbuat terhadapmu, jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hati.”

Hal ini sama dengan yang dikatakan Yesus, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”

Sebagaimana kita selalu berdoa, “Ampunilah kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.”

Doa itu harus selalu diwujudkan dalam tindakan kita sehari-hari. Allah Bapa pasti selalu mengampuni, maka kita pun harus mau mengampuni sesama kita.

Olahraga sambil jalan-jalan.
Singgah warung beli bubur babi.
Ampunilah dosa kami ya Tuhan.
Karena kami belum bisa mengampuni.

Cawas, meniup lilin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here