Puncta 13.12.18. Matius 11:12-15 Merendahkan Diri

0
570 views
Ilustrasi: rendah hati (Ist)

BANYAK hal dalam hidup ini dapat kita pelajari dari sifat air. Air itu selalu mencari tempat yang rendah. Ia merendahkan dirinya.

Air itu bersifat fleksibel. Ia menyesuaikan dengan tempat di mana air berada. Ia selalu mengisi ruang yang kosong. Tetapi air juga bisa kuat kalau dihalangi. Batu karang yang keras bisa ditembus oleh tetesan air. Waduk bisa jebol karena desakan air yang kuat.

Merendahkan diri seperti air itulah yang diungkapkan Yesus dalam memperkenalkan Yohanes Pembaptis yang  datang membawa warta pertobatan.

Yesus berkatam “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.”

Yesus sangat menghormati tampilnya Yohanes Pembaptis. Ia merendahkan diriNya di depan Yohanes  Pembaptis yang Dia samakan dengan Elia. Yesus menegaskan bahwa Yohanes Pembaptis lebih besar daripada semua nabi yang pernah tampil di Israel. Semua yang lahir dari perempuan tidak lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Yesus juga lahir dari perempuan yaitu Maria. Maka Yesus juga merendahkan diriNya.

Hal ini juga nampak saat Dia dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan. Walaupun Yohanes merasa tak pantas, tetapi Yesus teguh tetap taat demi melaksanakan kehendak BapaNya. Ia minta tetap dibaptis. Yohanes tampil berjuang melawan orang-orang yang merongrong hadirnya Kerajaan Allah. Visi perjuangan Yesus sama dengan yang dibawa Yohanes Pembaptis.

Yesus menegaskan kembali seharusnya orang-orang mendengarkan Yohanes Pembaptis. “Barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar!” Nabi-nabi zaman dulu telah bernubuat bahwa akan datang Mesias.

Begitu pula Yohanes Pembaptis membuka jalan bagi datangnya Sang Mesias. Seharusnya orang-orang mendengarkan warta itu.

Sekarang pun Yohanes itu tetap menjadi corong bagi kita supaya kita menyiapkan datangnya Sang Juru Selamat. Sudah siapkah hati kita untuk menyongsong Natal?

Nonton teve melihat artis. Terpingkal-pingkal karena Srimulat.

Siapkan jalan Tuhan, kata Yohanes Pembaptis. Hati pantas kalau kita mau bertobat. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here