Puncta 14.07.20: Bathari Uma Dikutuk Menjadi Durga

0
297 views
Ilustrasi: Candi Cetho. (Ist)


Matius 11:20-24

MANIKMAYA atau Bathara Guru atau Dewa Siwa naik lembu Andini bersama isterinya Bathari Uma yang cantik. Mereka melanglang buana. Karena tertiup angin, maka tersingkaplah kain yang menutupi tubuh molek Dewi Uma, menimbulkan birahi Dewa Siwa.

Ia ingin bermain asmara dengan Dewi Uma. Tetapi Uma menolak karena sedang berada di atas seekor lembu.

Siwa marah dan mengutuk Uma menjadi raksasa perempuan yang buruk rupa. Matanya melotot merah. Mulutnya menganga dengan taring yang panjang. Tangannya berjumlah delapan. Suaranya menggelegar menakutkan.

Ia dikutuk menjadi Bathari Durga yang berdiam di Pasetran Gandamayit tempat para lelembut, jin, setan, asura drupeksa, ilu-ilu banaspati, engklek-engklek balung atandak jrangkong warudoyong wewe jangggidan indu lan keblak.

Itu semua adalah sebangsa jin setan hantu pocong. Bathari Durga akan kembali menjadi dewi cantik jika nanti diruwat oleh Sadewa atau Sudamala, si bungsu Pandawa.

Menurut Romo Prof. Zoetmulder SJ kisah lisan abad XVII ini tergambar dalam relief Candi Sukuh dan Candi Cetho di kaki Gunung Lawu, Karanganyar.

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus mengecam tiga kota yakni Betsaida, Khorazim dan Kapernaum.

Betsaida adalah kota asal Filipus, Andreas dan Simon Petrus. Kapernaum adalah kota pusat pelayanan Yesus. Capernaum, the city of Jesus.

Di kota-kota itu Yesus banyak mengajar dan membuat mukjijat. Mereka menerima Yesus namun mereka tidak mau bertobat. Mereka senang mendengarkan pengajaran Yesus, namun mereka tidak hidup sesuai dengan ajaran-Nya.

Yesus mengecam dan mengutuk mereka. Tanggungan Sidon dan Tirus masih lebih ringan.
Tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada Kapernaum.

Kita mengakui menjadi murid-murid-Nya. Tetapi kita masih hidup dengan cara kita sendiri. Kita bangga dengan nama baptis kita, tetapi pola hidup kita jauh dari nilai-nilai luhur para kudus itu.

Tidak ada artinya nama baptis, atau mengaku menjadi murid-Nya, jika hidup kita tidak berpola seperti hidup Yesus.

Mungkin kita juga sama seperti orang-orang di Betsaida, Khorazim atau Kapernaum. Kita hanya senang melihat mukjijat Yesus tetapi tidak sungguh percaya kepada-Nya.

Jika demikian, kita pun menjadi alamat kecaman Yesus. Jika hidup kita tidak berubah dan bertobat, maka kita akan mengalami peristiwa Sodom dan Gomora.

Bisa jadi kalau kita renungkan, kehadiran covid19 ini adalah peringatan Tuhan kepada manusia. Kita harus berbenah, berubah, bertobat dan kembali kepada pola hidup Yesus.

Setiap hari minum obat.
Agar badan sehat, jiwa tidak lemah.
Marilah kita bertobat.
Hidup menurut kehendak Allah.

Cawas, pisang gendruwo….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here