Puncta 19.10.20: Secuil Harta Membawa Petaka

0
374 views
Ilustrasi: harta uang. (Ist)


Lukas 12:13-21

WARISAN orangtua kalau tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan masalah di dalam keluarga.

Ada kakak-beradik bermusuhan gara-gara warisan. Bahkan ada yang rebutan sampai menimbulkan percekcokan dan bunuh-bunuhan.

Gara-gara harta warisan.

Pernah terjadi pembunuhan pada oktober 2014 di Banyumas gara-gara rebutan harta warisan. Empat orang sekaligus dibunuh oleh saudaranya sendiri.

Mereka adalah Suratno, anak pertama; Sugiono,anak ketiga; Heri, anak kelima. Sedangkan Vivin adalah anak Suratno juga dibunuh karena memergoki kejadian.

Para tersangka pelakunya adalah saudaranya sendiri. Mereka adalah Saminah bersama ketiga anaknya.

Saminah adalah adik Suratno dan kakak dari Sugiono dan Heri. Motif pembunuhan ini adalah karena percekcokan masalah harta warisan orangtua mereka yakni, Misem.

Kita bisa melihat banyak kasus di mana-mana, gara-gara warisan nyawa bisa melayang. Saudara sekandung bisa menjadi musuh yang harus dilenyapkan.

Harta warisan yang tidak seberapa bisa menimbulkan permusuhan antar saudara.

Suatu hari Yesus diminta oleh seseorang, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.”

Yesus mengingatkan kepada orang banyak, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan. Sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.”

Harta kekayaan itu hanya titipan Tuhan. Walaupun itu berlimpah ruah, tetapi tidak akan bisa menyelamatkan hidup orang.

Kendati orang kaya raya, tetapi jika Tuhan mengambil nyawanya sewaktu-waktu, ia tak bisa membeli hidupnya atau menggantikan dengan hartanya. Kita diingatkan untuk tidak serakah dan tamak.

Harta kekayaan itu bukan tujuan utama, dia hanyalah sarana untuk hidup. Yesus minta kepada kita untuk tidak menimbun harta untuk diri sendiri, tetapi kita kaya di hadapan Allah.

Kaya di hadapan Allah itu bukan soal kaya material, tetapi kaya akan kebaikan. Seberapa banyak kita berbuat baik kepada orang lain. Seberapa kita peduli terhadap mereka yang miskin dan menderita.

Apa gunanya punya harta melimpah, tetapi tetangga sebelah meregang nyawa sekarat karena kelaparan dan kemiskinan.

Berhati-hatilah terhadap keserakahan dan kerakusan, karena bisa berujung petaka.

Pergi ke hutan mencari bajakah.
Untuk mengobati penyakit langka.
Hati-hatilah terhadap nafsu serakah.
Harta akan membelenggu jadi petaka.

Cawas, apa itu HM….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here