Puncta 22.09.20: Don Roberto

0
497 views
Pastor Malgesini dibunuh oleh orang yang selalu dibantunya (Ist)


Lukas 8:19-21

ROBERTO Malgesini adalah imam Katolik Keuskupan Como, dekat Milan. Ia setiap hari memberi makan kepada orang-orang miskin dan imigran di kota Como. Kebiasaan ini sudah berlangsung selama sepuluh tahun.

Ia berkeliling dengan tas ransel penuh dengan bungkusan makanan bagi para gelandangan. Imigran dari berbagai negara Afrika Utara dan Eropa Timur dengan latar belakang agama dan etnis yang berbeda membanjiri Italia.

Pastor berusia 51 tahun ini menolong mereka. Pagi hari ia berkeliling ke sudut-sudut jalan, alun-alun kota untuk membagi makanan. Sore hari ia membagikan baju hangat dan selimut.

Tanggal 15 September 2020 saat dia sedang membagikan makanan di Piazza Sant Rocco, tiba-tiba ia ditusuk bertubi-tubi oleh seorang imigran yang selalu ditolongnya.

Ia wafat dalam pelayanan kasih. Ia dimakamkan hari sabtu, 19 September kemarin.

Kematian Don Roberto menyatukan umat Katolik dan Muslim di Italia. Mereka sangat kehilangan seorang pastor yang melayani orang miskin dan imigran tanpa membedakan agama, etnis, bangsa dan kebudayaan.

Seorang imigran di Piazza Sant Rocco mengatakan, “Kami sangat kehilangan dia. Don Roberto sudah seperti bapa kami di Piazza ini.”

Paus Fransiskus mengatakan, “Saya berdukacita atas wafatnya Don Roberto. Saya bersyukur atas teladannya, yaitu kemartirannya. Ia adalah saksi cinta pada kaum termiskin. Mari kita berdoa bagi Don Roberto Malgesini dan semua…yang melayani kaum papa.”

Wafatnya Don Roberto memang tragis, tetapi penuh makna di tengah maraknya kebencian atas nama etnis dan agama. Ia mengasihi tanpa membeda-bedakan. Ia memberi tanpa pamrih.

Ia menjadi cahaya di tengah dunia yang dipenuhi ujaran kebencian.

Benarlah sabda Yesus hari ini, ”Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya.”

Don Roberto menghayati imannya kepada Yesus. Ia melaksanakan sabda Yesus untuk mencintai orang miskin. Ia mencintai orang-orang kecil, menderita dan tersingkir yakni para imigran.

Kasih yang diajarkan Yesus mengatasi kasih persaudaraan. Kasih untuk semua insan manusia tanpa membeda-bedakan.

Terimakasih Don Roberto, engkau telah menjadi teladan bagi kami, bagaimana menterjemahkan kasih Yesus kepada orang-orang kecil, miskin dan tersingkir.

Kasihmu melampaui batas-batas agama, etnis, suku, bangsa dan budaya. Semoga engkau bahagia di Surga bersama Kristus, junjungan kita.

Masker baru ukuran jumbo.
Bisa dipakai untuk berdua.
Terimakasih Don Roberto.
Kasihmu tulus untuk sesama.

Cawas, pameran masker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here