Puncta 28.09.19 Lukas 9:43b-45: Ramalan Raja Kediri

0
537 views
Ilustrasi: Aneka pesawat di Bandara Internasional Moses Kilangin Timika, Papua. (Mathias Hariyadi)

JAYABAYA pernah meramalkan tentang Pulau Jawa.

Isi ramalannya antara lain: “Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran. Tanah Jawa kalungan wesi. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang. Kali ilang kedhunge. Pasar ilang kumandhange. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak. Bumi saya suwe saya mengkeret.”

(Nanti kalau ada kereta tanpa kuda. Tanah Jawa berkalung besi. Perahu berjalan di angkasa. Sungai kehilangan sumbernya. Pasar kehilangan keramaiannya. Bumi makin hari makin mengecil).

Ramalan itu kini sudah menjadi nyata. Kita melihat kereta tanpa kuda yaitu kereta api. Tanah Jawa berkalung besi. Itu adalah rel kereta api yang melintasi Jawa dari ujung barat sampai ke ujung timur, dari Serang ke Banyuwangi.

Perahu berjalan di awang-awang, yaitu pesawat terbang. Sungai sudah kehilangan sumber airnya. Sumber air sudah dibeli perusahaan air mineral. Pasar kehilangan keramaiannya, pasar swalayan serba otomatis tanpa harus tawar-menawar.

Semua transaksi memakai kartu bayar. Bumi makin mengecil. Kejadian di belahan bumi sana, dalam waktu yang bersamaan bisa diketahui di tempat lain. Dunia makin kecil seperti kampung saja.

Dalam Injil hari ini Yesus menubuatkan diriNya. “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”

Para murid waktu mendengar itu belum memahami dan mengerti maknanya. Apa yang dimaksudkan Yesus itu. Mereka tidak tahu tapi segan bertanya kepadaNya.

Baru setelah peristiwa kebangkitan, mereka mengerti dan memahami apa yang dikatakan Yesus itu. Diserahkan ke dalam tangan manusia berarti menderita di kayu salib. Yesus harus mengalami kematian di salib sebagai jalan keselamatan dunia.

Iman itu sebuah misteri Tuhan. Akal budi kita tak mampu memahami secara keseluruhan. Sedikit demi sedikit harus diungkapkan.

Itulah pewahyuan. Dari pihak Allah, Dia mewahyukan diriNya dalam Yesus. Dari pihak manusia yang menanggapi pewahyuan Allah disebut iman.

Yesus mewahyukan diriNya kepada manusia bahwa Ia berasal dari Allah. Manusia menanggapi itu dengan iman kepercayaannya.

Yesus memberitahukan kepada para muridNya bahwa Dia harus menderita sengsara, disalibkan dan mati. Namun pada hari ketiga dibangkitkan oleh Allah.

Marilah kita belajar memahami pewahyuan Tuhan dalam kehidupan kita. misteri Tuhan itu kadang belum kita mengerti sekarang. Tetapi iman tetap harus berjalan.

Buka kulkas baunya tak sedap
Ternyata kaos kaki masuk di dalamnya
Walaupun iman kadang terasa gelap
Namun Tuhan tak pernah jauh dari kita

Cawas, suatu siang yang cerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here