Puncta 30.11.20: Martir Andreas

0
227 views
Andreas membawa Petrus kepada Yesus


PW. St. Andreas, Rasul
Matius 4:18-22

BANYAK orang mengecam peristiwa sadis dan biadab yang terjadi di Dusun Tokelemo, desa Lembantongoa, Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat 27 November 2020.

Ada sekelompok orang tak dikenal membunuh empat warga di dusun itu dan membakar rumah mereka. Para korban adalah warga biasa yang hidup di daerah transmigrasi.

Orang-orang yang tidak punya motif apa-apa, kecuali mempertahankan hidup dengan mencari nafkah bertani. Mereka hanya ingin hidup damai dan tenteram di negeri yang katanya berdasar nilai-nilai religius, Pancasila.

Warga yang tidak berdosa itu menjadi korban kebiadaban orang tak berperikemanusiaan.

Waktu terjadi kekerasan di Nice, Perancis, pemerintah lewat Presiden Jokowi langsung mengecam peristiwa itu. Tetapi patut dipertanyakan, kenapa peristiwa yang sama terjadi di depan mata, di rumah sendiri, pemerintah seolah senyap tidak bersuara?

Kelompok masyarakat Tokelemo itu hanya diam tak membalas dengan kekerasan. Itu menunjukkan nilai-nilai iman yang mereka hayati. “Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu,” sabda Yesus.

Pasti mereka juga berat menghadapi kekerasan dan kehilangan sanak saudara. Kita harus ada di pihak mereka dan peduli.

Hari ini, kita memperingati St. Andreas rasul dan martir. Ia mengikuti Yesus dan aktif dalam pelayanan. Ia mengajak Simon, saudaranya untuk mengikuti Yesus. Dalam penggandaan roti, Andreas-lah yang mengusulkan kepada Yesus, ada anak yang punya lima roti dan dua ikan.

Ketika Yesus berbicara tentang akhir zaman, Andreas sendiri bertanya, “Katakanlah kepada kami, bilamana hal itu akan terjadi dan apakah tandanya?”

Ia menjadi murid Yesus yang aktif terlibat, tidak hanya sekedar mengikuti-Nya. Sampai akhir hayatnya, Andreas berani membela imannya mewartakan Injil sampai di Rusia dan Yunani.

Menurut tradisi ia mati disalib di Patras.

Salibnya berbentuk palang X. St. Andreas menjadi pelindung Negara Skotlandia pada abad ke-8 hingga kini.

Hal itu nampak dari bendera Skotlandia yang berbentuk X.

Mari kita meneladan St. Andreas yang berani menjadi murid Yesus yang aktif dan mewartakan iman sampai akhir hayat.

Diajak bersepeda ria di waktu pagi.
Mengambil rute menuju ke Cawas.
Ajarlah kami mewartakan iman sampai mati.
Sebagaimana teladan hidup Santo Andreas.

Cawas, cerah ceria….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here