Puncta 31.05.20 HR Pentakosta: Bahasa Persatuan

0
318 views
Ilustrasi: Berbicara satu sama lain. (Ist)


Yohanes 20:19-23

MENGHIDUPI keindonesiaan sebetulnya menghidupi peristiwa Pentakosta. Kita ini adalah bangsa yang berbeda-beda; suku, ras, etnis, bahasa, budaya, agama, adat istiadat. Tetapi kita disatukan dalam rumah bersama yaitu Indonesia.

Salah satu contoh, Bahasa Indonesia menyatukan kita dari Sabang sampai Merauke. Ketika bertugas di Kalimantan, saya merasa bersyukur punya bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia.

Di Suku Dayak, ada banyak sekali bahasa dan logat yang beraneka macam. Di satu paroki yang saya layani, ada tiga logat bahasa yang berbeda; Dayak Kayong, Dayak Gerunggang dan Tayap Hulu.

Di paroki lain, ada logat bahasa yang berbeda lagi. Bersyukurlah kita punya Bahasa Indonesia yang menyatukan seluruh bangsa ini.

Itulah salah satu peristiwa Pentakosta.

Pentakosta itu menyatukan banyak orang dari berbagai tempat. orang Partia, Elam, Media, Yudea, Kapadokia, Pontus dan Asia. Frigia, Pamfilia, Mesir dan Libia. Mereka semua mengenal bahasa yang satu yakni Bahasa Roh Kudus, Roh Kebenaran.

Bahasa Roh itu mempersatukan, bukan memecah belah. Kalau ada orang mengaku punya bahasa Roh, tetapi hidupnya sombong dan memecah belah.

Itu pasti bukan Roh Kudus. Itu bahasa orang dari Menara Babel yang membuat kacau. Orang tidak membawa kebenaran yang menyatukan, malah mengacaukan.

Peristiwa Pentakosta berlawanan dengan Menara Babel. Pentakosta membuat orang dari berbagai bangsa dan bahasa menyatu dalam kasih Allah. Menara Babel justru mengacaukan dan menceraiberaikan.

Bahasa Roh membawa persatuan, kedamaian dan kerukunan. Jika kita dikaruniai rahmat Roh Kudus, maka hidup kita akan membawa damai, kerukunan, persatuan. Bahasa yang kita pakai adalah bahasa kasih. Bukan bahasa yang memecahbelah, kekerasan, penistaan atau kebencian.

Marilah kita mohon terang Roh Kudus, supaya hidup kita dijiwai dan dituntun untuk menebar kedamaian, kerukunan dan persatuan.

Jika hati kita diterangi Roh Kudus, maka hidup kita akan memancarkan kasih Allah.

Seperti gelombang yang bergulung kemana-mana, marilah kita sebarkan bahasa kasih dari Roh Kudus.

Datanglah ya Roh Kudus
Baharuilah seluruh muka bumi

Cawas, berdoa untuk ibu….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here