Home BERITA Ranting yang Produktif

Ranting yang Produktif

0
ILustrasi: Anggur.

Bacaan 1: Kis 15:1-6

Injil: Yoh 15:1-8

Metode pengajaran Yesus kepada para pengikut-Nya sungguh luar biasa. Ia selalu menyesuaikan metode mana yang pas agar pendengarnya paham.

Israel termasuk penghasil anggur yang terkenal sehingga disana banyak dijumpai kebun anggur. Sehingga banyak pengikut-Nya juga berasal dari para pekerja kebun anggur. Maka untuk memudahkan pemahaman mereka akan firman yang Ia ajarkan, Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan pohon Anggur.

Pohon yang tumbuh pasti banyak menghasilkan ranting, yang nantinya akan berbuah.

Namun tidak semua ranting berbuah, sehingga kadang petani memotong ranting-ranting yang tidak berbuah tersebut agar tidak mengganggu (supply makanan) kepada ranting yang subur berbuah.

Ranting-ranting yang dipotong, biasanya dikumpulkan menjadi kayu bakar (musnah).

Ranting yang subur tentu saja akan terus berbuah selama ia masih menempel pada pokok anggurnya sebab dari situ ia mendapatkan makanan.

Berangkat dari sini, Tuhan Yesus ingin mengatakan bahwa para pengikut-Nya harus tetap memegang teguh iman kepada-Nya agar tetap hidup (kekal). Tuhan Yesus-lah “Pokok Anggur” itu dan Allah Bapa adalah pemilik kebunnya.

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”

Tinggal di dalam Yesus berarti menjadi pengikut-Nya dan tidak keluar (murtad). Untuk bisa tinggal dalam komunitas-Nya berarti harus dibaptis agar Allah Roh Kudus tinggal di dalammu.

Namun untuk menjadi umat kristiani, tidak perlu menjadi Yahudi yang wajib melaksanakan Hukum Taurat. Sebab aturan itu memang diturunkan khusus untuk bangsa Yahudi agar hidup benar.

Sehingga Paulus dan Barnabas menentang keras para pengajar Kristen Yahudi yang datang dari Yerusalem dengan menetapkan aturan sendiri (tanpa konfirmasi dari para rasul inti). Orang Kristen Yahudi masih beranggapan bahwa untuk bisa “Diselamatkan Allah” maka harus menjalankan aturan Taurat.

Padahal satu-satunya “Jalan Keselamatan” adalah Tuhan Yesus Kristus dan bukan Hukum Taurat.

Pesan hari ini

Jadilah ranting yang produktif agar hidupmu ada di dalam-Nya dan Ia tinggal di dalam kamu. Tetap teguh dalam iman Kristus sebab Dia-lah pokok anggurmu.

“Cara untuk memulai adalah berhenti berbicara dan mulai melakukan.”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version