Renungan – Duduk di Sebelah Kanan

0
395 views
Ilustrasi - Tritunggal Maha Kudus. (Ist)

Bacaan 1: Kis 1:1 – 11
Bacaan 2: Ef 1:17 – 23
Injil: Mrk 16:15 – 20

DALAM keseharian, sering kita melihat orang penting selalu didampingi orang-orang kepercayaannya. Orang tersebut sering disebut sebagai “tangan kanan”-nya, orang kepercayaan, memiliki kuasa yang kurang lebih sama dengan tuannya.

Mereka juga sering diidentikkan sebagai orang di sebelah kanannya.

Dari contoh ini, kita bisa melihat istilah “sebelah kanan” tidak melulu menunjuk pada suatu tempat (kanan). Namun ada yang lebih penting dari itu, yaitu kehormatan, kekuasaan serta kepercayaan.

Orang-orang Yahudi sering menggunakan kata “kanan” sebagai simbol kekuasaan- kekuatan (Mazmur 118:16).

Hari ini, umat Katolik merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke surga.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. (Mrk 16:19).

Ungkapan “duduk di sebelah kanan” adalah suatu alegoris.

Dalam Alkitab, berada di sebelah kanan Allah “dimaknai sebagai keadaan tempat kehormatan istimewa”.

Menurut Santo Augustinus, “duduk di sebelah kanan Allah” dimaknai sebagai; tinggal dan berkuasa bersama-sama Allah.

Memiliki kuasa memerintah dari Dia, seperti seseorang yang duduk di sebelah kanan raja membantu dalam memerintah dan menghakimi.

Dalam doanya bagi jemaat Efesus, Rasul Paulus memohon kepada Allah:

  • Roh Hikmat dan wahyu.
  • Diberi mata hati yang terang.

Allah yang begitu besar kuasa-Nya karena telah membangkitkan Yesus Kristus serta mendudukkan Dia di “sebelah kanan-Nya di surga”.

Sebuah posisi yang menunjukan kuasa Tuhan Yesus jauh lebih tinggi dari segala pemerintah, penguasa, kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut.

Bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.

Sapaan khas Lukas, teofilus yang berarti sahabat dalam Yesus, yang dicintai Allah.

Lukas menjelaskan bagaimana cara membaca bukunya. Dalam injilnya, ia menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat.

Sedangkan dalam Kisah Para Rasul, ia berkisah bagaimana Roh Kudus yang dijanjikan Yesus berkarya atas diri para rasul setelah mereka dibaptis dalam Roh.

“…Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Dengan disertai kuasa Roh Kudus, para pengikut-Nya diminta untuk mewartakan Kabar Gembira.

Pesan hari ini

Tuhan Yesus naik ke surga dan “duduk di sebelah kanan Allah”, melambangkan kekuasaan-Nya sebagai pemegang otoritas keallahan sejati. Sebuah tempat terhormat yang mengatasi segala nama.

Setelah kenaikan-Nya ke surga, Roh Kudus melanjutkan karya-Nya.

“Kebenaran lebih penting daripada kenyataan. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here