Renungan Harian ‪04 Juli 2020: Jimat

0
298 views
Ilustrasi - Batu Akik untuk jimat by ist

Bacaan I: Am. ‪9: 11-15
Injil: Mat. ‪9: 14-17
 
SUATU saat saya bertemu dengan seorang bapak. Ia seorang Katolik yang taat, rajin ke gereja, aktif dalam kegiatan di gereja maupun di lingkungan. Ia cukup terkenal sebagai aktifis di paroki.
 
Dalam perjumpaan itu, ia memamerkan cincin batu akik yang tengah dipakainya. Ia dengan penuh semangat menceritakan kualitas batu akik yang dipakainya itu dan bagaimana dia mendapatkannya.
 
“Romo, saya mendapatkan batu ini seperti mukjizat. Pada suatu malam, saya bermimpi didatangi seorang tua gondrong dan berjenggot panjang. Rambut gondrongnya disanggul, rambut dan jenggotnya semua sudah putih. Dia mengatakan mau ikut saya.
 
Esok paginya Mo, saya kedatangan tamu seorang teman lama, yang sudah puluhan tahun tidak berjumpa. Dia memberi saya batu akik ini. Ini batu bacan tua, sehingga warna hijaunya bagus. Tetapi bukan hanya itu saja Mo, akik ini ada isinya. Isinya roh seorang kakek yang akan melindungi saya. Maka dia minta saya selalu memakai akik ini maka saya akan selalu terlindungi.
 
Iya kan Mo, seperti mukjizat, malam saya bermimpi, paginya saya dapat batu yang ada isinya ini. Maka  cincin akik ini tidak pernah lepas dari tangan saya. Pernah ada teman yang menawar puluhan juta tetapi tidak saya lepas.
 
Benar lho Mo, sejak saya pakai akik ini beberapa kali saya hampir celaka tetapi selalu selamat.” 

Bapak itu mengakhiri ceritanya yang menggebu-gebu.
  
“Gimana menurut Romo?,” tanyanya.

“Pak, saya kagum dengan keindahan batu akik bapak. Hijau berkilau indah, hasil alam yang luar biasa. Tuhan memang pelukis yang luar biasa. Bapak memakai cincin batu itu baik, dan menghiasi jari manis bapak. Tetapi maaf, saya keberatan kalau bapak lalu mengandalkan keselamatan bapak pada batu itu.

Bapak menjadikan batu itu sebagai pelindung bapak. Batu adalah batu, itu ciptaan Tuhan. Maka keselamatan ada pada Tuhan, Dia yang melindungi kita. Berdoa mohon perlindungan Tuhan agar diberi keselamatan jangan mengandalkan batu.

Kita orang katolik yakin dan percaya hanya Tuhan, satu-satunya sang pelindung dan sumber keselamatan.”
 
Pengalaman bapak tadi masih banyak dijumpai di antara umat Katolik. Banyak orang Katolik, aktif dan baik tetapi dalam hidup kesehariannya lebih mengandalkan jimat-jimat dari pada Allah.
 
Itulah sikap-sikap yang dikritik Yesus dengan analogi anggur baru diisikan ke dalam kantong kulit yang tua.
 
Kitapun dalam banyak hal sering terjebak dengan menjadikan benda-benda rohani sebagai jimat, bukan sebagai sarana untuk meneguhkan iman.

Misalnya kemana-mana membawa Rosario, tetapi Rosario itu tidak pernah disentuh dan tidak pernah digunakan untuk berdoa.

Tentu kebiasaan baik selalu membawa Rosario, akan tetapi jangan sampai lupa bahwa Rosario itu adalah sarana meneguhkan iman kita pada Tuhan, dan sebagai sarana berdoa dengan perantaraan Bunda Maria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here