Renungan Harian 13 September 2020: Keluh Kesah

0
418 views
Ilustrasi -- palu dan paku (ist)


Minggu Biasa XXV
Bacaan I: Sir. 27: 30-28: 9
Bacaan II: Rom. 14: 7-9
Injil: Mat. 18: 21-35
 
TUHAN
Bolehkah aku bertanya?
Mengapa aku harus mengampuni saudaraku yang bersalah sampai tujuh puluh kali tujuh kali?

Bukankah itu tidak terbatas?
 
Tuhan…
Ketika dia melukaiku, itu bagai dia menancapkan paku ke papan,
Saat aku mengampuni berarti aku harus mencabut paku itu,
Dan luka bekas paku itu tetap.
 
Tuhan…
Ketika dia melukaiku, berarti dia menancapkan paku lagi,
dengan mengampuni aku mencabut paku itu
Dan luka bekas paku itu tetap.
 
Tuhan… Ketika dia sering melukaiku, berarti banyak paku yang ditancapkan
Dan aku harus mengampuni terus dan terus
Berarti aku terus dan terus mencabut paku-paku itu
Dan bekas paku-paku itu tetap.
 
Tuhan…
Sering kali dia menancapkan paku di bekas luka itu, sehingga menganga luka itu
Dan mencabut paku di luka menyakitkan.
 
Tuhan…
Bolehkah aku menghentikan dia agar tidak menancapkan paku lagi?
Aku sudah bosan mencabuti paku-paku yang tertancap,
Aku sudah tidak tahan dengan luka-luka bekas paku yang telah menjadi koreng.
 
Seringkali rasa sakit sudah tidak terasa lagi
Tetapi aku muak melihat paku-paku itu.
 
Tuhan…
Bolehkah aku melawan dia yang menancapkan paku?
Agar dengan demikian dia berhenti menancapkan paku itu?
 
Tuhan…
Aku membutuhkan jawab-Mu
Kenapa suaraMu tidak dapat kudengarkan?
 
Ehmmmmmmmmmm
Iya aku tahu, aku harus mengampuni dan mengampuni
Iya aku tahu hanya dengan cinta aku mampu mengampuni
 
Tuhan…
Bantulah aku untuk tekun dan setia mencabut paku-paku yang tertancap
Bantulah aku untuk tekun dan setia menikmati setiap luka bekas paku.
 
Mengingat dan menyadari tombak yang telah kutancapkan
Kiranya menjadi kekuatanku untuk tekun dan setia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here