Renungan Harian 24 Januari 2021: Mencintai Hidup

0
1,607 views
Ilustrasi - Mencintai hidup dengan taat menjalani prokes. (Ist)


Minggu Biasa III
Bacaan I: Yun. 3: 1-5.10
Bacaan II: 1Kor. 7: 29-31
Injil: Mrk. 1: 14-20
 
PADA masa pandemi virus Covid-19 ini, pemerintah melalui berbagai cara selalu menekankan penting mematuhi protokol kesehatan yang sering disebut 3M: Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak.

Protokol kesehatan atau yang disingkat prokes dianggap sebagai salah satu sarana yang paling sederhana dan paling baik untuk mencegah terpapar virus covid-19 dan penyebaran virus covid-19.
 
Namun pada kenyataannya, menaati prokes itu tidak mudah. Banyak orang yang dengan tenang dan damai tidak menggunakan masker dan tetap berkumpul dengan tanpa menjaga jarak.

Saya sendiri merasakan betapa berat untuk selalu memakai masker. Selain ribet, tetapi juga membuat bernapas lebih berat.
 
Seorang teman yang baru pulih dari sakit akibat terpapar virus covid-19 membagi pengalamannya:

“Protokol kesehatan ternyata betul-betul tidak bisa diremehkan. Cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak itu sederhana dan gampang, karena kalau sampai akhirnya terpapar virus covid-19 sungguh-sungguh sangat tidak enak dan menderita.

Bernafas amat berat dan menyakitkan, dada ini terasa seperti ditindih batu besar, saat makan menjadi saat yang menyakitkan, nafsu makan hilang, indra penciuman dan perasa hilang.

Saat itu rasanya malaikat maut sudah dekat dan aku harus menyongsongnya. Aku hanya bisa berdoa, agar aku sembuh, aku sungguh menyesal kalau selama ini aku merasa kuat, merasa aman sehingga tidak memperhatikan prokes.

Hidup jauh lebih berharga, sehingga dibanding “penderitaan”  menaati prokes. Kalau mencintai hidup jangan pernah abai dengan prokes, jangan pernah merasa aman, karena pada saat saya merasa aman, semakin bahayalah situasinya bagi saya dan bagi orang lain.”
 
Sharing teman itu membuat aku sungguh-sungguh sadar akan pentingnya prokes. Kalau selama ini aku abai dengan prokes dan selalu mengeluh dan mengeluh tentang prokes, kini aku sadar bahwa itu berguna untuk menjaga hidupku dan hidup saudaraku.

Kalau aku sungguh mencintai hidup dan memperjuangkan hidup, maka prokes tidak bisa diabaikan dan jangan pernah merasa aman kapan pun dan dimana pun.
 
Kiranya sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Markus: “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” bagiku terasa seperti suara teman saya yang berbagi pengalaman.

Kabar gembira (injil) bagiku adalah betapa berharga dan luhurnya anugerah hidup bagiku. Maka hidup itu layak dan harus diperjuangkan.

Sedangkan bertobat adalah berani untuk menaati protokol kesehatan, tidak merasa aman dan tidak merasa sehat dan hebat.

Sebagaimana temanku bicara: “Protokol kesehatan itu penting dan gampang dibanding penderitaan karena terpapar virus covid-19. Hidup jauh lebih berharga daripada penderitaan menaati protokol kesehatan.”
 
Bagaimana dengan aku?

Adakah aku mencintai dan memperjuangkan hidupku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here