Renungan Harian 25 Februari 2021 – Aneh

0
363 views
Ilustrasi - Ibu aneh karena tetap tampil bahagia meski hidupnya penuh derita by Pexcel.


 
Bacaan I: Tambahan Ester 4: 10a. 10c-12. 17-19.
Injil: Mat. 7: 7-12.

IBU itu selalu memancarkan keramahan kepada  setiap orang. Ia selalu menyapa orang-orang yang ditemuinya. Bahkan ketika ia tidak mengenal orang yang ditemuinya ia selalu memberikan senyum.

Di antara teman-temannya ibu itu dikenal orang yang ringan untuk membantu dan terlibat dalam berbagai kegiatan. Setiap kali ada kegiatan dan ia diundang, dan dengan senang hati ia akan terlibat dan membantu.
 
Ibu itu bukanlah orang menonjol. Ia seorang ibu yang biasa, sederhana, tetapi karena keramahannya, dia menjadi menonjol di antara yang lain.

Ia selalu memancarkan energi positif bagi orang lain yang bertemu dengannya. Maka tidak heran bahwa banyak orang mengatakan bahwa dia itu orang baik dan menyenangkan.
 
Teman-teman yang mengenal dia dengan dekat, amat heran dengan dirinya, bahkan melihat sesuatu yang aneh (dalam arti positif).

Orang-orang yang dekat dengan dia tahu persis bahwa sesungguhnya beban hidupnya amat berat. Ia menjadi single parent dan harus menghidupi dua orang anaknya.

Suaminya pergi dengan perempuan lain; meninggalkan dia serta anak-anaknya begitu saja.
 
Ibu itu harus bekerja keras setiap hari agar dirinya dan anak-anaknya dapat terus menjalani kehidupannya. Teman-temannya tahu persis bagaimana perjuangan dia untuk menghidupi keluarganya.

Kalau ditanya tentang suaminya, dia dengan jujur mengatakan bahwa suaminya pergi meninggalkan dirinya. Namun ketika membicarakan suaminya, dia tidak menampakkan kebencian dan dendam dengan suaminya.
 
Suatu saat dalam sebuah pertemuan, teman-teman dekatnya meminta dia untuk sharing tentang perjuangan hidupnya; khususnya bagaimana dia menghadapi prahara rumah tangganya.

Ia mengatakan demikian.

“Aku punya Tuhan yang luar biasa, Dia yang membuat aku mampu untuk menghadapi semua ini. Aku pasrahkan hidupku di tangan-Nya. Aku yakin, Tuhan akan mencukupkan segalanya; dan aku mengalami dan merasakan Ia telah melakukannya. Kalau hanya mengandalkan diriku, pasti aku sudah tidak kuat.”
 
Luar biasa.

Hidupnya sungguh-sungguh mewartakan keagungan dan belas kasih Allah. Hidup yang selalu memancarkan energi positif bagi setiap orang yang dijumpainya memancarkan kepasrahannya kepada Allah.

Keyakinannya bahwa Allahlah sumber kekuatan dan penolong menjadikan dia mampu memancarkan kebahagiaan di balik luka, dan derita yang ditanggungnya.

Penderitaan luar biasa yang ditanggungnya tidak mengurangi kebahagiaannya, karena keyakinannya akan belas kasih Allah.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini –sejauh diwartakan dalam Kitab Ester– dalam penderitaan yang mencekam dan seolah tidak ada jalan keluar.

Namun keyakinan akan Allah yang hidup, yang pasti akan menolong, menjadikan Ester tidak kehilangan harapan.

Ia berani menghadapi dan memeluk tantangan dan derita yang dialaminya.

“Tuhanku, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini. Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku.”
 
Bagaimana dengan aku?

Adakah aku mengandalkan Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here