Renungan Harian 26 Februari 2021 – Tarif

0
364 views
Ilustrasi - Bunga-bunga pernikahan di bangku gereja. (Ist)


Bacaan I: Yeh. 18: 21-28
Injil: Mat. 5: 20-26
 
SUATU ketika, saya mendapat pertanyaan dari seorang umat yang bagi saya menjadi tamparan yang cukup keras. Ia menyampaikan kepada saya dengan amat halus dan hati-hati:

“Romo, apakah mungkin saya mendapatkan keringanan biaya untuk pemberkatan perkawinan anak saya di gereja?”

Saya amat terkejut dengan pertanyaan itu. Karena menurut saya, tidak ada biaya apa pun untuk pemberkatan perkawinan.
 
“Maaf pak, apa yang bapak maksud dengan biaya pemberkatan perkawinan?,” tanya saya.

“Maaf romo, sekali lagi saya mohon maaf. Anak saya akan menikah dan pemberkatan perkawinan akan dilangsungkan di paroki calon isterinya. Di sana sudah ada tarifnya romo, untuk bunga, untuk sekretariat, untuk pastor dan yang lain. Untuk kami yang kurang mampu ini amat berat.”

“Pak, biasanya bunga yang mahal, maka gak usah pakai bunga kan juga tidak apa-apa kan?” tanya saya.

“Betul romo, walau tidak memakai bunga, tetap kena biaya minimal. Dan biaya-biaya lain cukup besar. Itulah romo mengapa saya mohon keringanan.”
 
Setengah tidak percaya dengan apa yang dikatakan bapak itu, tetapi apa yang dikatakan bapak itu sebuah tamparan yang bikin nyesek.

Betapa mengerikan ketika pelayanan gereja menjadi “komersial” dan ditarifkan. Kalau benar itu terjadi, maka akan banyak orang sederhana yang akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pelayanan.

Bahkan pelayanan yang seharusnya menjadi hak setiap umat beriman.
 
Kiranya itu yang dikritik oleh Yesus sebagaimana dalam sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan oleh St. Matius.

Orang Farisi sebagai penjaga agama dan penafsir hukum, sering kali membuat aturan-aturan yang menguntungkan diri sendiri dan tanpa sadar menjauhkan umat dari Tuhan.

“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
 
Bagaimana dengan aku?

Adakah aku menggunakan agama untuk mencari keuntungan pribadi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here